Diary Dravia

Apapun bisa di tulis disini

[Review] Novel Kersik Luai


​Judul : Kersik Luai
Penulis : LM Cendana
Editor : Nurti Lestari
Penerbit : Histeria
Cetakan : Pertama, 2017
Tebal : 507 Halaman
ISBN : 978-602-6380-98-2

“Sekiranya kami telah banyak berbuat dosa pada para ksatria Nusantara dengan membiarkan tikus-tikus berjas itu berkuasa di Tanah Air. Brapa lama ibu pertiwi menangisi negeri ini? Bukan sekadar tangis air mata, darah bisa jadi. Kami merindukan sosok Wibisana sebagai seorang pemimpin yang dapat membangunkan negeri ini dari mimpi buruk berkepanjangan. Di mana kiranya ia diantara kami?” – Hal 485

*
Blurb

Beberapa dekade selanjutnya, Tanah Air memasuki era dystopia yang telah dikuasai golongan oligarkis. Seorang manusia buatan, Btari, yang dinyatakan sebagai kloningan gagal hendak dibuang menuju pelosok negeri untuk dijadikan budak. Di tengah perjalanan, helikopter yang ditumpanginya ditembak jatuh di Laut Jawa. Di pesisir pantai, ia ditemukan seorang revolusioner. Nagara, yang mengajarkan banyak hal. Kemanusiaan, nasionalisme, dan cinta.

*

Presiden Andromeda benar-benar telah dipenuhi oleh ambisi menjadikan Tanah Air sebagai negara yang begitu maju dari segala bidang. Ia begitu bernafsu memiliki negara yang modern sehingga mengenyahkan banyak hal yang berhubungan dengan budaya dan tradisional Tanah Air.

Waluku di sebut-sebut sebagai pusat pemerintahan dengan kaum borjuis yang korup di dalamnya. Segala teknologi canggih mampu diciptakan di sini hingga manusia buatan pun bukan hal yang mustahil. Manusia kloning atau yang mereka sebut xenogeny merupakan proyek besar yang dilakukan oleh Presiden Andromeda. Salah satu xenogeny yang berhasil tercipta adalah Btari. Ia terlahir karena permintaan orangtua angkatnya yang mandul dan memilih alternatif manusia kloning untuk mendapatkan anak.

Menjadi seorang xenogeny tidaklah mudah. Ia harus menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan rutin setiap satu bulan sekali utnuk memastikan tidak ada cacat pada organ tubuhnya. Selama 18 tahun, ia berhasil melewati semuanya dengan baik. Namun, ternyata itu tidak berlangsung selamanya. Kerusakaan pada jantungnya terdeteksi saat ia menjalankan pemeriksaana rutin.
Dalam peraturan perundang-undangan, manusia kloning yang memiliki cacat produksi harus diasingkan menuju Vrischka untuk dijadikan budak. Karena menurut Presiden Andromeda mereka yang memiliki kelainan merupakan produk gagal dan tidak berguna. Termasuk Btari. Mau tak mau ia harus mematuhi perundang-undangan.

Proses pembuangan Btari menuju Vrischka ternyata tidak berjalan mulus. Helikopter yang ditumpanginya mengalami gencatan senjata dan akhirnya harus jatuh di Laut Jawa. Beruntung, nasib Btari selamat dan terdampar di pulau Pari. Tempat yang asing dan sangat berbeda dengan kehidupannya di Waluku.

Bersama Nagara, gadis xenogeny itu mulai mempelajari kehidupan masyarakat Pari dengan menyembunyikan identitasnya sebagai orang Borjuis. Penduduk dengan kesehariannya melestarikan budaya Nusantara bukan hal asing lagi di sini. Mulai dari pakaian batik yang selalu digunakan hingga kesenian tari dan bela diri yang selalu dipelajari.

Ternyata inilah hal yang ditakuti oleh Presiden Andromeda. Orang revolusioner yang mampu meracuni penduduk Waluku dengan budaya Nusantara yang sudah lama dienyahkan di sana. Tanah Air sudah tidak memiliki identitasnya lagi tidak seperti dahulu dengan kekayaan budaya. Hal inilah yang membuat orang revolusioner muak dengan pemerintahan saat ini dan bertekad akan menjungkirbalikkan kursi pemerintahan presiden Andromeda dan mengembalikan Tanah Air seperti sedia kala.

Bukan hanya di Pari saja orang revolusioner dan proletar berkumpul. Di Biduk dan Vrischka yang masih merupakan wilayah Tanah Air pun sudah sangat jengah dengan pemerintahan Andromeda yang begitu semena-mena.

Berbeda dengan masyarakat Pari yang ingin mengembalikan kebudayaan yang sudah menjadi ciri khas negara. Masyarakat Biduk yang masyarakatnya terkenal religius sangat ingin memunculkan kembali nilai ketuhanan pada diri setiap pribadi manusia. Seperti pada Pancasila sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan yang Maha Esa” sudah seharusnya manusia ingat kepada penciptanya dan berlaku sesuai norma keagamaan yang dianut.

Untuk Vrischka sendiri, mereka sangat ingin terbebas dari penindasan. Sebagai masyarakat yang sangat jauh dari kehidupan layaknya manusia. Mereka ingin menagih nilai keadilan. Bukan hanya kaum Borjuis saja yang bisa hidup damai, pendidikan layak, tempat tinggal layak. Justru mereka yang hidup di tanah yang kaya akan sumber daya alam seharusnya bisa hidup lebih layak bukan hanya sumber daya mereka yang diambil tapi tak ada timbal balik.

“Arti kebudayaan itu sendiri merupakan kebiasaan dari suatu masyarakat. Nah, aku berpikir, kemungkinan besar hal-hal seperti yang sering kutemui di Waluku adalah kebudayaan masyarakat sana. Korupsi sebagai contoh besarnya. Bagi mereka korupsi merupakan hal biasa. Suap-menyuap pun biasa. Hukum dapat dibeli menggunakan uang. Jadi pelaku tindak kejahatan seperti itu dapat bersembunyi di balik tumpukan uang. Hukum hanya berlaku untuk orang tak berduit.” – Hal 228

*

Cerita yang memiliki setting tahun 2075 ini bisa dibilang suatu cerminan negara Indonesia jika pemuda dan pemudinya tidak melestarikan kekayaan budaya yang kita miliki. Menjadi negara yang terlalu menjunjung tinggi modernitas tidaklah menjamin bahwa negara tersebut dapat bersaing dengan negara luar. Yang ada, negara tersebut menjadi kehilangan jati diri dan identitasnya jika perlahan menghapus jejak sejarah dan menghilangkan nilai-nilai budaya. Juga mengenai sentilan adanya koruptor dan berbagai permaslaahan di dalam novel ini sangat menunjukkan bagaimana realita negara Indonesia.

Aku sangat suka dengan diksi dan penuturan penulis di dalamnya. Membuat pembaca menjadi ikut masuk ke dalam cerita dan susah untuk berhenti. Terlebih dengan genre yang menurutku lumayan berat dan jarang sekali penulis Indinesia mengambil genre dystopia. Penulis sangat mampu menciptakan imajinasi di dalam pikiran pembacanya.
Riset yang begitu mendalam juga dilakukan penulis untuk menyajikan cerita yang bukan hanya menarik tapi bisa dibilang mendidik. Kersik Luai juga menyentuh tema yang mungkin sebagian orang mulai melupakannya. Yaitu nilai nasionalisme. Begitu detail diceritakan bagaimana Tanah Air ini bisa kehilangan identitas budayanya oleh keserakahan salah satu pihak. Membaca ini juga bisa menjadi alternatif untuk sebagian orang yang mungkin pusing dengan pelajaran sejarah atau kisah pewayangan yang biasanya membosankan. Karena seringkali di tengah-tengah narasi penulis menyelipkan sebuah kisah wayang atau penggalan sejarah yang memang mendukung cerita. Jadi jangan khawatir jika novel ini begitu berat dengan materi text book mengenai sejarah, justru disitulah letak menariknya novel ini dan sangat tidak bisa dipisahkan dari rangkaian alur.

Oh ya, sepertinya kalau sebuah novel tanpa bumbu-bumbu cinta rasanya hambar ya. Kersik Luai pun punya pasangan yang mampu membuatku iri. Mereka adalah Btari dan Nagara juga Anjani dan Niko yang mungkin part mereka muncul tidak terlalu banyak namun sangat memberi bumbu sedap pada cerita.
Terkadang saat membaca aku sedikit gemes dengan tingkah Btari yang begitu memperlihatkan rasa sukanya pada Nagara. Entah karena dia manusia kloning yang masih kebingungan dengan perasaan-perasaan yang kerap hadir atau memang Btari seperti itu. Tapi ini sangat berimbang dengan pembawaan Nagara yang begitu dewasa dan secara umur memang lebih tua dari Btari.

Jujur, aku sangat tergila-gila pada sosok Nagara yang begitu pas jika dijadikan salah satu kriteria calon suami. Bagaimana tidak, selain sifat mampu mengayomi, melindungi hingga memimpin yang memang seharusnya ada pada setiap pria. Ia juga memiliki karisma yang luar biasa dalam hal lisan. Kata-kata yang keluar dari mulutnya selalu hal yang baik dan menurutku bisa dibilang padat berisi. Inilah yang ku bilang sangat pas disandingkan dengan Btari yang masih berumur 18 tahun. Melihat Nagara jadi ingin meminta sesuatu pada Tuhan, tolong ciptakan yang seperti dia untukku. Hahaha

Oh ya, berikut aku lampirkan beberapa quote yang menurutku bagus dan bisa menapr-nampar hati.

“Seperti itulah cinta sejati. Semakin mencari yang lebih baik, maka kamu tidak akan pernah menemukannya. Jangan pernah menyia-nyiakan pula. Boleh jadi ia akan segera diambil orang lain.” – hal 129

“Kekuatan tidak digunakan untuk menyerang, melainkan melindungi diri.” – Hal 178

“Ketakutan telah melahirkan keberanian. Kelemahan melahirkan kekuatan. Dan penindasan melahirkan perlawanan.” – hal 315

“Cinta sejati tidak diukur dari seberapa kuat seseorang rela mati demi cintanya. Seseorang yang tidak akan pernah membiarkan cintanya mati, itulah yang kusebut cinta sejati.” – hal 368

“Mati berjuang atau hidup dipecundangi !” – Hal 399

“berabad-abad lamanya Tanah Air mengorbankan dirinya lepas dari penjajah asing. Kini, kami harus menyingsing lengan baju meneruskan perjuangan, melawan penjajah pribumi sendiri.” – hal 486

*

Untuk yang penasaran dengan daily reviewnya bisa langsung meluncur ke instagram @viadravia yaa.

Iklan
Tinggalkan komentar »

[Review] Blogtour + Giveaway Majo&Sady Vol 1

Judul : Majo & SadyPenulis : Jung Chul Yeon

Penerbit : Penerbit Haru

Penerjemah : Dewi Rosanti

Cetakan :Pertama, Maret 2017

Tebal : 300 Halaman

ISBN : 978-602-6383-05-1

*

Blurb
Sady adalah seorang wanita karier dan Majo adalah suami yang mengurus rumah tangga.

Majo selalu berpikir bahwa pelatihan untuk menjadi suami pengurus rumah tangga memang seharusnya diadakan.

Majo & Sady memarodikan kehidupan sehari-hari masyarakat Korea Selatan usia 20-30 tahunan yang bisa membuat kita terharu dan tertawa sambil berkata “Ternyata tidak hanya aku saja yang mengalaminya”.

*

Komik Majo & Sady berawal dari webtoon dan sudah sangat terkenal sekali di negeri aslinya yaitu Korea Selatan. Untuk pengguna Kakaotalk pasti sudah tidak asing lagi dengan stiker Majo&Sady. Ditulis berdasarkan kehidupan pribadi rumah tangga dari komikusnya, Jung Chul Yeon. Majo & Sady sendiri menceritakan kehidupan sepasang suami istri khas dengan konflik rumah tangga yang kerap dialami oleh setiap pasangan. Dari hal yang bikin ketawa ngakak sampai terharu pun lengkap di dalamnya. 

Majo yang merupakan sosok suami rumah tangga sangat berperan penting dalam mengurus segala hal yang di dalam rumah. Mulai dari masak, mencuci, bersih-bersih dan hal lainnya yang biasanya khas ibu-ibu banget. Lalu, Sady sendiri merupakan sosok istri yang merangkap menjadi wanita pekerja kantoran, seluruh waktunya hampir dihabiskan di luar rumah. Eits, tapi jangan salah paham dulu. Majo di sini bukan sosok pengangguran yang mengandalkan penghasilan istrinya. Dia juga tetap memiliki pekerjaan dan penghasilan dari karirnya sebagai komikus, yang memang pekerjaan itu bisa dilakukan hanya dengan dkerjakan di rumah. Maka dari itu di dalam komik ini terlihat seperti ada pertukaran tugas antara suami dan istri.

Yang membuatku betah berlama-lama membaca komik ini. Pertama, mulai dari segi gambar yang full color sehingga gak jenuh di mata, hehe. Dan kedua, dari cerita menarik yang disuguhkan di dalamnya. Tipe cerita yang sekali tamat (walau ada beberapa ada yang memiliki part) membuat aku sebagai pembaca tidak jenuh dan sangat masuk ke dalam ceritanya. Aku sendiri kerap kali tertawa terpingkal-pingkal melihat kelakuan mereka yang kadang bertengkar dalam hal sepele. Tapi setelah kupikir sepertinya setiap pasangan pernah mengalami ini. Hihi

Sady yang digambarkan dengan bentuk sesosok kelinci. Memiliki sifat yang lebih tegas, pelupa tapi terkadang sifat seorang wanitanya yang lembut dan penyayang juga kerap muncul. Seperti saat Majo sakit gigi dan Sady begitu khawatir hingga segera membujuk suami tercintanya itu pergi ke rumah sakit. Dan tetap naluri seorang perempuan, selalu sensitif mengenai tagihan yang membengkak, hehe.

Lain hal dengan Majo. Sosok suami yang digambarkan mirip beruang. Memiliki sifat yang lebih tenang, pengalah, dan sangat teliti masalah rumah tangga. Eits yang pastinya Majo ini penyayang juga dong dan kadang melakukan hal romantis layaknya pria idaman, walau terkadang membuat aku tertawa karena kerap kali gagal. Oh ya, jangan remehkan sosok pria rumah tangga ini ya. Karena aku sendiri sebagai seorang perempuan minder melihat kelihaiannya dalam mengurus rumah dari a sampai z. Mau dong pria kayak Majo, idaman banget deh (eh curhat, abaikan).

Oh ya di dalamnya juga terdapat foto-foto asli koleksi dari si penulis sendiri yang melengkapi setiap cerita di dalamnya. Jadi bisa sangat dipastikan kalau cerita dalam komik ini merupakan rangkuman kehidupan nyata Jung Chul yeon sendiri beserta sang istri.

Komik ini menurutku sangat aman di baca dari mulai remaja hingga dewasa. Walau cerita di dalamnya memang mengisahkan kehidupan berumah tangga. Tapi tenang saja, tidak ada konten vulgar atau hal yang berbahaya untuk mereka yang belum cukup umur. Eh, kecuali mungkin ada beberapa cerita menunjukkan Majo dan Sady sedang meminum soju yang sebenarnya di Korea sendiri ini hal yang biasa untuk orang dewasa. Jadi untuk kalian para remaja yang membaca ini, jangan ditiru ya budaya di sana. Hehe

Oh ya sebagai gambaran untuk kalian yang belum membaca. Mungkin di dalamnya akan terdapat jokes yang sedikit asing di telinga orang Indonesia yang menjadikan lelucon itu terasa hambar dan membuat mengernyitkan dahi untuk mengerti apasih maksudnya. Tapi untuk kalian yang hobi nonton Drama Korea atau penggemar KPOP pasti tidak asing lagi dengan istilah-istilah di dalamnya. Juga satu lagi, tulisan di dalamnya memang agak kecil tapi menurutku tidak terlalu mengganggu saat membaca sih. Jadi disarankan untuk membaca di tempat yang terang. Eh, hal itu bukan karena tulisannya yang kecil tapi untuk menjaga mata kalian agar tetap sehat, hehe. Karena mau tulisan besar-besar pun kalau baca di tempat gelap kan gak akan keliatan. ^^

***

GIVEAWAY TIME

Ada 1 buah notes Majo & Sady untuk 1 orang pemenang persembahan dari Penerbit Haru dengan menjawab pertanyaan dariku dan 1 buah komik Majo & Sady 1 atau 2 untuk 2 orang pemenang yang akan dilakukan pada akhir Blogtour nanti dengan mengumpulkan kepingan huruf dari para host blogtour. Simak pesyaratannya baik-baik ya.

*

Untuk mendapatkan 1 buah notes Majo & Sady caranya mudah, ini langkahnya.

1. Memiliki alamat pengiriman Indonesia

2. Follow media sosialku dan Penerbit Haru (boleh salah satu)

– Instagram : @penerbitharu dan @viadravia

-Twitter : @penerbitharu dan @viadravia

3. Like Fanpage Penerbit Haru yang ada di facebook

4. Share info giveaway ini di akun sosial media kalian (boleh salah satu)

– Instagram : Repost/Reshare foto yang ku upload mengenai info blogtour dan giveaway ini. Tag aku @viadravia dan beri hastag #MajoSady1dan2

– Twitter : Bagikan info blogtour dan giveaway blog ini dengan mention @viadravia juga @penerbitharu dan jangan lupa beri hastag #MajoSady1dan2

5. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar postingan blog ini, “Apasih yang bikin kalian penasaran dan jadi mau banget baca Komik Majo&Sady?

6. Jawab dengan format

Nama :

Twitter :

Instagram :

Link Share :

Domisili :

Jawaban :

7. Giveaway ini berlangsung dari hari ini sampai tanggal 21 Mei 2017 pukul 24.00. pengumuman akan dilakukan dengan segera.
Selamat menjawab ^^
*

Untuk final giveaway berhadiah komik Majo&Sady 1 dan 2 kalian kumpulkan kepingan puzzle dari setiap Host Blogtour yaa. Dan ini ada 2 kepingan huruf dariku, simpan baik-baik yaa


Lalu, satukan kepingan huruf tersebut yang kalian dapat dan tuliskan jawabannya beserta kepingan huruf yang telah di gabungkan di Fanpage Penerbit Haru pada akhir blogtour nanti. Dan supaya kalian gak ketinggalan info tentang blogtour selanjutnya, silahkan catat jadwal dan blognya yang ada di bawah ini yaa.

Terima kasih dan selamat berburu Majo&Sady 1 dan 2 yaa ^^

See you

20 Komentar »

[Review] Novel Princess Deokhye

Judul : Princess Deokhye

Penulis : Kwon Bee-Young

Penerjemah : Rencidiptya

Penerbit : PT. Bentang Pustaka

Cetakan : Pertama, Juni 2012

ISBN : 978-602-8811-76-7

Tebal : 365 Halaman

.

“Meskipun sebenarnya ia ingin sekali menari-nari di atas kekalahan Jepang ini, tetapi tidak ada seorang pun yang dapat berbagi kebahagiaan dengannya.” – Hal 301

Blurb
Nasib tragis seorang putri yang dilupakan sejarah.

Deokhye nyaris tak mengecap kebahagiaan. Hidupnya dibebani penderitaan. Sejak kecil, dia dipisahkan dari orangtua dan dibawa ke Jepang, Negara penjajah.
Kelak, ketika remaja, putri bungsu raja ini dipaksa menikah dengan seorang pangeran Jepang demi keamanan Korea dari serbuan Jepang. Sejarah nyaris melupakan namanya.

Deokhye menghabiskan masa tuanya dalam kesunyian dan kesendirian. Semua kerinduan terhadap tanah kelahirannya ditepisnya kuat-kuat. Dia tidak berhak lagi menginjak kaki di sana.

 Andai rakyatnya tahu apa yang telah dilakukannya selama ini….

Bagi sebagian orang pasti sangat memimpikan hidup menjadi Putri Mahkota. Tapi bagi Deokhye ini merupakan mimpi buruk. Di usia yang masih sangat kecil ia harus melihat fakta negaranya yang tengah dijajah Jepang dan permainan politik di dalam Istana yang menyebabkan sang Ayah yang tak lain adalah Raja Joseon meninggal akibat di racun. Ia memendam dendam itu sendirian dan bertekad akan menyelamatkan Joseon dari cengkraman Jepang.

Namun semua diluar dugaan, karena untuk kepentingan politik Deokhye dikirim ke Jepang dan bersekolah di sana. Perdana Menteri berdalih bahwa ini untuk keselamatan Joseon. Sang Putri masih sangat kecil untuk mencerna hal yang begitu pelik ini. Dengan lapang dada ia pun menerima dan mau berangkat ke Jepang untuk menuntut ilmu. Ia bercita-cita ketika nanti kembali ke Joseon, ia akan menjadi guru dan mengajar rakyatnya agar menjadi pintar dan terbebas dari penjajah.

Kedudukannya sebagai seorang Putri dari Kerajaan Joseon ternyata tidak berpengaruh apa-apa di Jepang. Semuanya memandang rendah kepada orang Joseon. Di sekolah Deokhye di bully karena ia tidak mau menggunakan kimono dan menggunakan nama Jepang. Jiwa nasionalisme yang sangat tinggi memang terdapat dalam dirinya, setelah apa yang ia alami maka keinginan untuk membebaskan Joseon dari penjajah semakin kuat.

Namun tak ada upaya yang bisa dilakukan Deokhye. Bahkan sang kakak Raja Young Chin yang telah menikah dan menetap di kerajaan Jepang pun tak bisa berbuat banyak. Kedudukan orang Joseon benar-benar diujung tanduk. Salah satunya harapan berada di pundak Deokhye. Dengan tekad kuat ia ingin kembali di tanah kelahirannya dan berjuang bersama rakyat. Mengubah nasib Joseon.

Tiba-tiba berita mengejutkan terdengar di telinga gadis kecil itu. Sang Ratu telah wafat dan ia berada jauh dari ibunya. Kerinduan akan pelukan seorang ibu kini tak bisa terbayarkan lagi. Betapa hancurnya hati Deokhye melihat orang yang disayangi pergi meninggalkan dirinya tanpa pemberitahuan sebelumnya bahwa Ratu sedang sakit. Sebagai penghormatan terakhir, ia pun pulang sementara ke Joseon dan melihat Sang Ratu untuk terakhir kalinya. Tragis, Deokhye sebagai keturunan langsung keluarga kerajaan tidak boleh melakukan upacara pemakaman karena pihak Jepang sudah mengubah undang-undang Joseon yang berlaku saat itu termasuk mengenai pemakaman.

Hati Deokhye semakin teriris mengetahui nasibnya kini dengan adanya pengumuman ia akan dijodohkan dengan orang Jepang. Luka akibat kepergian ibunya belum mengering, kini Deokhye ditimpa luka yang baru. Bagaimana bisa ia menikah dengan orang Jepang? Lalu status apa yang akan disandang dirinya? Bagaimana rakyatnya akan menilai, seorang Putri Mahkota menikahi orang Jepang?

Pasukan pembela kemerdekaan yang terdiri dari pemuda Joseon yang berada di Jepang murka mendengar hal ini. Ini sama saja dengan merendahkan martabat warga Joseon. Rakyat Joseon semakin marah terhadap sikap Jepang yang tidak menghargai keluarga kerajaan. Pasukan ini kemudian membetuk strategi untuk menyelamatkan sang putri dari cengkraman penjajah ini. Walau harus bertaruh dengan nyawa tapi mereka siap berada di barisan depan untuk mengembalikan kembali harga diri rakyat Joseon yang telah diinjak dan dirampas oleh Jepang.

“Meskipun bekerja untuk tentara Jepang, tapi darah yang mengalir dalam tubuh adalah darah Joseon. Orangtua kita, nenek dan kakek kita. Darah mereka semua mengalir di dalam tubuh. Kalau memang rakyat Joseon, maka kita juga harus melakukan gerakan kemerdekaan. Tuan Putri juga adalah keluarga kerajaan, membebaskan Tuan Putri, berarti kita sudah menyelamatkan rakyat dari penindasan orang-orang Jepang itu. Karena untuk lepas dari penindasan orang-orang Jepang itu tidak hanya tanggung jawab Tuan Putri semata, tetapi tanggung jawab kita semua.” – Hal 200

Sungguh malang nasih Deokhye yang sedari kecil tidak pernah sedikitpun merasakan kebahagiaan. Bahkan sebagai Putri Mahkota dan satu-satunya keluarga kerajaan yang masih ada kini Ia tak bisa berbuat banyak. Namun sampai kapanpun jiwa raga dan hati Deokhye hanya untuk Joseon. Setiap hari mengingat Joseon dan bermimpi pun tentang Joseon.

Novel sejarah yang cukup ringan sehingga mudah dicerna saat membacanya. Selain itu bahasa dari terjemahannya pun mampu membius pembaca masuk ke dalam cerita. Jujur, aku membaca ini berkali-kali merasa terenyuh dan amarah mendalam atas perlakuan apa yang diterima oleh Deokhye. 
Dalam segi penokohan yang dituangkan penulis kepada setiap tokohnya sangat natural dan sangat mudah dipahami mengenai ekspresi atau emosi masing-masingnya. Membaca ini seperti sedang menonton film korea yang bertema Saeguk atau kerajaan. Dan tidak menyangka Negara yang begitu sukses sekarang dulunya begitu terpuruk bahkan kehilangan jati dirinya.

Ketika membaca aku jadi teringat tentang perjuangan Indonesia saat dijajah oleh Jepang. Bagaimana perjuangan para pemudanya yang sama persis dengan Pasukan Pembela Kemerdekaan di Korea sana. Mereka sangat tunduk kepada aturan pemimpinnya hingga berani mempertaruhkan nyawa untuk pemimpinnya. Bisa dibayangkan bagaimana murkanya warga Korea saat itu melihat keluarga kerajaan yang habis dibawa oleh Jepang. Mereka sudah seperti tidak memiliki pegangan hidup. Jepang selalu berdalih bahwa ini adalah upaya kerajaan untuk bersekutu dengan Jepang. Ternyata inilah upaya Jepang untuk menguasai Korea dengan memutus keturunan dari keluarga Kerajaan.

Cerita ini bukan fiksi belaka. Kejadian yang ada di dalam novel ini benar-benar berdasarkan catatan sejarah yang ada. Ironisnya, warga Korea pun hampir melupakan kisah tentangnya. Sang penulis yang berhasil mengangkat kisah ini mampu menghadirkan kembali kecintaan warga Korea terhadap Putri yang selama ini tak dianggap. Bahkan literature mengenai dirinya pun sulit didapatkan di Korea dan hanya ada satu yang terdapat di Jepang.


Berikut ada beberapa kalimat yang begitu menyentakkan hati dalam novel ini, kata-kata yang tulus mengenai patriotisme, cinta dan kerinduan pada Negara.

“Seseorang yang menyimpan rahasia sedalam ini pastinya secara diam-diam akan berusaha terus menjaga rahasia itu.”-  Hal 45 

“Saat ini tidak ada seorang pun yang berada di sisiku, selain musuh yang mengelilingiku. Kepercayaan-kepercayaan itu telah menghilang semua.”-  hal 45

“Lepaskanlah semua hal yang masih mengganjal di dalam hati. Kebersamaan itu bukanlah mengerjakan sesuatu sendirian. Jangan pernah lupa akan jati diri ketika berada di dalam suatu kebimbangan.”-  Hal 136

“Orang-orang yang kehilangan tanah airnya, pasti akan kehilangan cintanya juga.”-Hal 157

“Sedalam-dalamnya air, pasti aka nada jalan untuk kembali. Sesuatu yang hancur pun, pasti ada caranya juga untuk perbaikinya kembali.”-  Hal 175

“Apa kau tahu apa arti melukai? Kata-kata itu akan cocok jika digunakan di negaraku yang ditindas oleh negaramu. Seandainya bisa, aku tidak menghancurkan baju ini, tapi aku akan menghancurkan negaramu.”-  Hal 225

“Kita adalah pemenang. Seorang pemenang harus dapat memahami orang lain.”-  hal 228

“Kalau memulai sesuatu dengan kejujuran pasti akan menemukan jalan yang baik. Namun, kalau tidak memulai dengan berlaku jujur, kau tidak akan pernah pergi kemanapun.”-Hal 237

“Kalau memang itu cinta. Maka ia harus melupakannya. Namun, meskipun dilupakan, ia tidak akan mampu menguburnya selamanya.”-  Hal 361

Follow akun bookstagramku @viadravia untuk melihat daily review tentang buku-buku menarik lainnya.

Tinggalkan komentar »

[Review] Novel Golden

Judul : GoldenPenulis : Jessi Kirby 

Penerjemah : Wisnu Wardhana

Penerbit : Penerbit Spring

Cetakan : Pertama, Januari 2017

ISBN : 9-602-74322-7-7

Tebal : 308 Halaman

.

“Katakan, apa yang kalian rencanakan bagi satu-satunya hidup kalian yang liar dan berharga?” –  Mary Oliver

Blurb

Parker Frost belum pernah mengambil risiko. Dia akan lulus dari SMA sebelum sempat mencium cowok yang dia sukai.

 Jadi, saat nasib menjatuhkan buku catatan Julianna Farnetti ke pangkuannya -buku catatan mungkin bisa membongkar misteri kota tempat tinggalnya- Parker memutuskan untuk mengambil kesempatan itu.

Julianna Farnetti dan Shane Cruz dikenang sebagai pasangan ideal di SMA Summit Lakes, sempurna dalam segala hal. Mereka meninggal dalam kecelakaan di malam bersalju, meninggalkan hanya sebuah kalung, dan tanpa jenazah. Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi malam itu.

Hanya saja, tidak semua kebenaran ditemukan….

__

Kelulusan yang tinggal menghitung hari membuat Parker harus membuat keputusan kemana ia akan pergi setelah lulus. Dengan didikan displin yang sangat ketat oleh sang ibu, membuat ia tak bebas untuk mengemukakan pendapat dan mengajukan usul untuk dirinya sendiri. Termasuk saat ia menerima surat undangan beasiswa Cruz-Farnetti yang mengharuskan ia menyetorkan pidato untuk pemilihan beasiswa nanti kepada ibunya. 

Sahabatnya, Kat. Memang memiliki sifat yang sangat bertolak belakang dengannya. Kat yang hidup bebas tanpa aturan hingga bisa bolos kapanpun terlihat sangat menikmati masa-masa akhir di SMA. Sebaliknya, Parker malah menjadi asisten Gurunya yaitu Mr. Kinney untuk merapikan jurnal senior 10 tahun yang lalu dan setelah itu mengirimkannya ke alamat para senior itu. Program yang sangat unik menurutku, jadi setiap siswa yang menginjak semester akhir diwajibkan menulis jurnalnya masing-masing tentang apapun mengenai diri mereka dan sepuluh tahun kemudian jurnal itu akan kembali kepada pemiliknya.

Siapa sangka, jurnal yang sedang Parker kerjakan ini adalah jurnal senior di angkatannya Julianna Farnetti. Gadis yang begitu terkenal karena kematiannya bersama sang kekasih yang tragis. Ada rasa menggelitik dalam dirinya untuk menyembunyikan jurnal itu dan membawanya pulang. Ia pikir ini tidak akan menjadi masalah karena pemiliknya pun telah tiada. Ia hanya ingin melihat apakah ada petunjuk di dalam jurnal tersebut mengenai kematiannya.

Satu per satu kebenaran terungkap dengan mebaca jurnal tersebut. Parker tidak mungkin menelusuri semuanya sendirian. Ia membutuhkan bantuan Kat. Diluar dugaan, Kat bukan hanya membantu dalam mencari kebenaran tentang Julianna Farnetti tapi ia juga membantu mengeluarkan Parker dari zona nyaman kedisiplinan dan melakukan hal yang sama sekali belum pernah dilakukan sebelum kelulusan tiba.

Sesuai judulnya, Golden menceritakan bagaimana para remaja yang sedang memiliki masa-masa emas untuk menentukan pilihan hidup. Seperti Parker maupun kisah Julianna. Di mana pada umur seperti ini, para remaja cenderung ingin keluar dari zona nyaman dan melakukan hal yang berbeda. Baik mengenai hubungan percintaan ataupun kehidupan sehari-hari. 

Golden memiliki sebuah cerita terselubung yang ada kaitannya pula dengan si tokoh utama ketika memperoleh beasiswa. Misteri ini penuh teka-teki yang menarik tentang kematian Julianna. Hanya berbekal jurnal dan tempat-tempat yang tertulis di dalamnya, membuat aku ikut menebak-nebak tentang hal ini.

Pada awal cerita mungkin terkesan agak membosankan karena alur yang lambat. Dibuat sedikit bingung pada awalnya dengan obrolan antara Parker dan Kat. disukai. Namun setelah Parker membuka jurnal, alur menjadi semakin menarik dan pastinya petunjuk di awal tersebut memang membantu untuk jalannya cerita.
Menurutku, pada bagian ending dibuat terlalu cepat sehingga aku kurang mendapatkan feel tentang akhir cerita ini. Secara keseluruhan, novel ini sangat bisa dinikmati dan juga tema yang diambil pun unik. 

Follow akun bookstagramku @viadravia untuk melihat daily review tentang buku-buku menarik lainnya yaa.

Tinggalkan komentar »

[Review] Novel Ways to Live Forever

Judul : Ways to Live Forever

Penulis : Sally Nicholls 

Penerjemah : Tanti Lesmana

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : Kedua, Juni 2018

ISBN : 979-22-3653-8

Tebal : 214 Halaman

.

“Menjadi sakit merupakan hadiah. Seperti, mendapatkan karcis-gratis-masuk-surga.”-Hal 52

Blurb

Sam menyukai fakta-fakta. Dia penasaran tentang hantu dan UFO,Film horror dan ilmuwan, balon Zeppelin dan kematian. Sam mengidap leukemia. Karena itu, dia ingin tahu fakta-fakta tentang kematian. Sam membutuhkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang enggan dijawab orang-orang.

Ways to live forever adalah buku harian Sam yang berisi daftar-daftar, cerita-cerita, foto-foto, berbagai pertanyaan dan fakta yang dikumpulkannya selama minggu-minggu terakhir kehidupannya. Pandangannya yang jernih tentang kehidupan dan kematian membuat buku ini menjadi salah satu buku yang paling membangkitkan semangat dalam menghadapi salah satu fakta kehidupan yang tak terelakkan.

Dalam usia yang masih sangat kecil Sam harus menerima kenyataan bahwa Leukimia Lymphoblastik Akut harus bersarang ditubuhnya. Karena hal ini pula dia harus berhenti sekolah dan sang ibu berhenti bekerja untuk fokus mengurus Sam di rumah. Ella, adiknya merasa iri karena kakanya begitu diperlakukan sangat istimewa oleh orangtuanya. Umurnya masih sangat kecil untuk mengerti apa kondisi yang menimpa kakaknya. Tapi lambat laun ia memahami kondisi ini dan ingin dekat dengan Sam.

Meskipun Sam berhenti sekolah tapi ia tetap mempunyai guru yang rutin datang ke rumahnya. Mrs. Willis rutin bertandang ke rumah untuk mengajar berbagai macam hal yang ingin diketahui oleh Sam. Beliau tidak membebankan mata pelajaran yang sulit atau yang tidak disukai. Justru metode belajarnya dibuat semenarik mungkin agar Sam tidak merasa bosan atau lelah. Salah satunya membuat jurnal harian.

Bersama sahabatnya, Felix. Ia menghabiskan waktu bersama setiap harinya, juga dengan Mrs. Willis tentunya. Oh ya, Felix ini juga bersasib sama dengan Sam. Pertemuan mereka berawal dari ulah Felix ketika Sam di rawat di rumah sakit. Ia tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar Sam dan membuat sebuah permintaan yang aneh. Dari situlah keakraban dimulai dan mereka tak terpisahkan.

Bersama Felix juga Sam menyusun berbagai daftar di dalam buku hariannya. Seperti daftar pertanyaan yang tak terjawab, daftar hal-hal yang ingin Ia lakukan sebelum mati, daftar yang mesti dilakukan orang meninggal, bahkan daftar hal-hal yang diinginkan ketika dia telah pergi nanti. Mungkin hal ini terdengar konyol tapi jika kita bisa masuk ke dalam hati Sam mungkin itu adalah pertanyaan polos yang begitu saja terbersit dalam pikirannya.

Seperti sebuah pertanyaan mengapa Tuhan memberikan penyakit terhadap anak-anak. Dan dijawab dengan konyol oleh Felix mungkin bisa saja mereka telah berbuat kesalahan dikehidupan terdahulu sehingga mendapat hukuman sekarang. Atau jawaban yang menyentuh bahwa sakit merupakan tiket gratis untuk masuk surga.bisa terlihat bahwa mereka tidak mengeluh terhadap apa yang menimpanya melainkan mereka tetap menjalani keceriaan seperti biasa layaknya anak seusianya.

Dalam keseluruhan buku ini memang terlihat sekali bahwa Sam sangat bertanya-tanya perihal kematian. Terlebih lagi saat Felix pergi untuk selamanya. Yang ia ingat adalah Felix pergi setelah bisa melakukan hal-hal yang ada dalam daftar. Maka ia pun bertekad ingin melakukan semuanya sebelum ia benar-benar harus pergi. Seperti hal konyol ingin menaiki eskalator turun, itu merupakan permintaan yang benar-benar tak masuk akal. Tapi menjadi sah-sah saja jika terlontar dari seorang anak kecil.

Di posisi ini Sam sangat dewasa. Ia benar-benar menerima keadaannya. Bahkan ketika dihadapannya sang dokter mengatakan bahwa umurnya hanya tinggal 2 bulan lagi padahal sebelumnya dokter mengatakan bahwa ia bisa bertahan selama 1 tahun dengan berbagai jenis terapi pengobatan yang telah dilakukan. Dia tidak menangis, melainkan ia yang menenangkan hati ibunya dan mengatakan ia ingin berhenti dari berbagai pengobatan yang sangat melelahkan.

“Jangan menangis,” Kataku. “Jangan. Aku akan bilang pada-Nya waktunya tidak cukup panjang,” kataku supaya Mum tersenyum. “Nanti, kalau aku bertemu dengan Dia.”
“Ya bilang pada-Nya,” katanya. “Bilang pada-Nya kita ingin uang kita dikembalikan.”- Hal 178

Buku yang bukan hanya menyuguhkan kisah seorang anak dengan penyakit serius. Tapi di dalamnya juga mengandung berbagai virus semangat yang dapat ditularkan kepada kita para pembaca. Kepolosan sikap Sam menunjukkan arti mengenai kesehatan yang sesungguhnya, bagaimana kita yang sehat harus menghargai nikmat sehat yang telah diberikan oleh-Nya. Dan ini juga bisa menjadi penyemangat bagi mereka yang sakit bahwa usaha merupakan sebuah energi yang bisa membangkitkan kebahagiaan dalam diri. Tidak merasa menyerah dengan apa yang telah menimpa. Selain itu, di sini juga terdapat pengingat bahwa tak selamanya kita dapat hidup di dunia ini. Akan ada kematian yang pasti menjemput, entah kapanpun. Maka sebaik-baiknya hidup adalah mereka yang memanfaatkannya untuk kebaikan.

Follow akun bookstagramku @viadravia untuk melihat daily review tentang buku-buku menarik lainnya.

Tinggalkan komentar »

[Review] Novel Forbidden Wish

Judul : Forbidden Wish

Penulis : Jessica Khoury

Penerjemah : Mustika

Penerbit : Penerbit Spring

Cetakan : Pertama, Maret 2017

ISBN : 978-602-60443-3-4

Tebal : 404 Halaman

.

“Namun harus ku akui bahwa aku memahami kegilaan yang mendorong manusia untuk mengejar kebahagiaan yang tidak akan pernah mereka raih.” –  Hal 265

Blurb

Gadis itu adalah Jinni terkuat dari semua jin, Pemuda itu adalah pencuri jalanan.

Saat Aladdin menemukan lampu Zahra, gadis itu dilontarkna kembali ke dunia yang tidak dilihatnya selama ratusan tahun. 
Kemerdekaannya terikat pada lampu, mengharuskannya untuk memenuhi tiga permintaan Aladdin.

Namun, saat raja dari para jin menawarkan kebebasan kepada Zahra, gadis itu mengambil kesempatan itu, hanya untuk menyadari bahwa dia jatuh hati pada pencuri jalanan itu.

Saat kemerdekaannya hanya bisa diraih dengan mengkhianati Aladdin, jalan manakah yang akan dia pilih? Apakah kebebasannya sepadan dengan kehancuran hatinya.

Akhirnya setelah menunggu lanjutan dari  <ahref=”  half ARC Forbidden Wish aku bisa baca full novel ini. Waktu pertama aku sama sekali gak menyangka akan jatuh cinta begitu saja pada Aladdin karena jujur saat awal dia tidak terlalu memikat. Tapi ternyata dia sosok yang memang gagah jauh dari kesan pencuri eh tapi dia tetap pencuri sih, pencuri hatinya Zahra (dan aku tentunya). Yang bikin aku salah fokus sama Aladdin adalah dari penggambaran mengenai dirinya di dalam novel yang begitu detail dan bikin baper. Penulis mendeskripsikan segala halnya dengan sangat baik, sehingga bisa membuat pembaca mampu terbayang seperti apa ceritanya.

Di 150 halaman awal memang belum terlalu terlihat apa konflik sebenarnya dari novel ini, tapi aku sudah mengira bahwa semuanya akan merujuk pada satu konflik. Walau memang sudah terasa ada suguhan yang berbeda dari retelling kisah 1001 malam di sini. Jangan harap kalian menemukan sosok Yasmin karena di sini hanya ada Aladdin dengan jin lampunya. Yang kali ini Jinni inilah yang menjadi tokoh utama.
Biasanya cerita terfokus tentang Aladdin. Kali ini berbeda, semua terfokus kepada bangsa Jin dari mulai mengapa mereka ada hingga kenapa mereka memusuhi manusia. Penulis benar-benar membuat kisah 1001 malamnua sendiri tidak terpaku kepada cerita yang telah ada. 
Seperti yang sudah aku paparkan di review sebelumnya bahwa Zahra ini mendapat tugas dari Nardhuka untuk membebaskan Pangeran dari bangsa jin yaitu Zhian yang dikurung di dalam istana. Imbalan dari Nardhuka jika ia berhasil membebaskan Zhian adalah sebuah kebebasan. Zahra yang sudah lama sangat ingin merasakan udara bebas tanpa terpaku pada seorang tuan yang memegang lampu tentu saja menyanggupi perintah tersebut. 
Melihat ambisi Aladdin yang sangat ingin membalas dendam atas kematian orangtuanya kepada Sulifer yang tak lain adalah penasehat sekaligus adik dari Raja Pathernia. Zahra langsung memberi ide kepada Aladdin bahwa ia bisa menggunakan permohonan untuk menjadi seorang pangeran. Tanpa pikir panjang Aladdin menyanggupi itu dan ternyata ini pula cara Zahra agar bisa masuk ke dalam istana. Dengan berpura-pura menjadi seorang pangeran dari Istarya dan Zahra sebagai dayangnya. 

Tentang seperti apa permohonan terlarang yang kemarin sempet jadi pertanyaan buatku itu dan apa harga yang harus dibayarkan jika ingin mengabulkan permohonan terlarang pun terjawab. Ternyata memang tidak main-main konsekuensi dari permohonan terlarang ini. Hingga Zarah harus terus mengalihkan pembicaraan jika Aladdin hampir saja memohon hal tersebut. Permohonannya apa? Penasaran juga? Baca novelnya, hehe.

Untuk yang suka dengan genre fantasy-romance novel ini cocok banget dan sangat aku rekomendasikan. Namun jika yang kurang suka fantasi mungkin ceritanya akam sedikit membingungkan. Semua kembali lagi pada selera. 😊
Jujur, aku sangat suka novel ini gak tanggung-tanggung aku kasih bintang 5 deh. Selain dari diksi terjemahannya yang mendayu-dayu syahdu, ide cerita ini pun sangat menarik dan sayang sekali untuk dilewatkan.

“Mencintai seseorang tidak pernah salah. Seperti yang kau katakana itu bukan pilihan. Cinta hanya terjadi begitu saja, dan kita tak berdaya dalam genggaman kekuasaannya.” –  Hal 222

Review Half ARC Forbidden Wish

https://catatankecildravia.wordpress.com/2017/03/20/review-half-arc-novel-forbidden-wish/?preview=truettps://catatankecildravia.wordpress.com/2017/03/20/review-half-arc-novel-forbidden-wish/?preview=true


Follow akun bookstagramku @viadravia untuk melihat daily review tentang buku-buku menarik lainnya.

Tinggalkan komentar »

[Review] Novel Kastil Es & Air Mancur yang Berdansa 

Judul : Kastil Es dan Air Mancur yang BerdansaPenulis : Prisca Primasari

Editor : eNHa

Penerbit : GagasMedia

Cetakan : Pertama, 2012

ISBN : 979-780-589-1

Tebal : 291 Halaman

.

Orang yang punya masa lalu buruk belum tentu akan menjadi pribadi yang buruk juga. Semua tergantung pilihan hidup. Hal 283

Blurb



Vinter

Seperti udara di musim dingin,

Kau begitu gelap, muram dan sedih.

Namun, pada saat bersamaan, penuh cinta

Berwarna putih. Bagaikan salju di Honfleur yang berdansa diembus angin

Florence

Layaknya cuaca pada musim semi,

Kau begitu terang, cerah dan bahagia.

Namun, pada waktu bersamaan, penuh air mata

Tak terhingga. Bagaikan bebungaan di Paris

Yang terlambat berseri.

Vinter dan Florence. Dua kepribadian yang sangat bertolak belakang. Dipertemukan secara tidak sengaja di dalam kereta menuju Honfleur. Di mana, Florence berusaha lari dari rumah untuk menghindari perjodohan oleh orangtuanya. Awal perkenalan melalui tas yang Vinter bawa diberikan secara cuma-cuma kepada Florence karena tas miliknya rusak. Kemudian perkenalan berlanjut ketika Vinter menawari sebuah pekerjaan (ya bisa dibilang begitu) menjadi seniman di rumah Monsieur Zima. Seorang pria sebatang kara yang selalu ingin dihibur oleh pertunjukan seni seperti drama, music, puisi, seni lukis dan semacamnya. Semenjak tumor bertengger di badannya, hal inilah yang membuat ia terpaksa mengundang seniman untuk tampil di rumahnya. Lalu, Florence menerima tawaran itu agar kabur dari rumah kali ini tidak sia-sia. Meskipun ia harus melakukan semuanya sendirian.

Pertemuan yang singkat berubah menjadi sebuah keterikatan antara satu sama lain. Mereka telah jatuh cinta pada pandangan pertama. Vinter tidak ingin melepas Florence pulang, dan begitupun sebaliknya. Namun, Celline sahabat dari Florence berusaha keras mencari sahabtnya itu untuk mensukseskan perjodohan yang direncanakan orangtuanya. Ia ingin Florence hidup bahagia agar ia tidak diperdaya kemudian disakiti kembali oleh pria-pria yang tak bertanggung jawab. 

Tapi, hati Florence terasa berat meskipun dirinya belum lama mengenal Vinter, hatinya tidak berbohong bahwa ia mencintainya. Meskipun belum ada jaminan apakah pria yang baru saja ia kenal bisa memberikan kebahagiaan. Dengan kepribadian yang dingin dan misterius itu bukan alasan untuk meninggalkan Vinter. Jika selama ini Florence selalu mencari pria yang bisa menolongnya, namun kali ini saat bertemu Vinter ia merasa bahwa cinta di dirinya yang akan menolong pria ini. 

Bersetting di Prancis membuat aura romantis semakin melekat pada novel ini. Seperti imejnya bahwa Prancis adalah Negara romantis. Di novel ini hal-hal romantis itu diperkuat dengan pengetahuan kita mengenai seni klasik seperti musik, puisi, drama. Aku memang tidak terlalu paham dengan hal-hal klasik ini tapi sudah terbayang di kepala jika itu hal yang indah dan seperti masuk ke dalam sebuah dongeng. Inilah kelebihan novelnya, selain kisah cinta pembaca juga dapat pengetahuan mengenai seni. 

Dari judul, aku membayangkan ini cerita seperti negeri dongeng. Dan ternyata ya memang tidak jauh berbeda. Apalagi ketika adegan Florence mengunjungi galeri milik Vinter yang dipenuhi oleh patung yang terbuat dari pahatan es. Seeperti masuk ke dalam kastil es. Selain itu ada juga sebuah dongeng Rusia yang disisipkan, dongeng tentang Snegurochka seorang gadis yang akhirnya meleleh oleh kehangatan cinta. Dan kisah romantis Frost dan Spring. Penulis sepertinya penggemar dongeng klasik, karena hal ini juga yang menurutku sangat memperkuat judul novel ini sendiri.

Namun, aku kurang mendapat feel tentang perasaan Florence pada Vinter karena menurutku semuanya terlalu buru-buru dan tidak ada yang memperkuat dia untuk tetap bersama Vinter. Dan pada bagian akhir novel ini, biasanya aku menemukan penutup pada Epilog tapi di sini setelah Epilog masih ada bab lain. Bab yang secara khusus menjelaskan tentang pribadi Vinter dan masa lalunya. Menurutku, pada bab-bab sebelumnya saat penulis mulai mengungkap kenapa Vinter begitu penyendiri dan tertutup itu sudah menjadi pencerahan bagi pembaca. Bab ini memang sangat membantu, pembaca menjadi lebih menjiwai lagi Vinter itu seperti apa tapi mungkin seharusnya ini bisa dibuat bagian tiga atau di selipkan di dalam cerita agar tidak mengganggu ending. Selebihnya aku sangat menikmati novel ini terutama dengan dongeng-dongeng musim dinginnya yang membuat aku ingin berkunjung ke Negara dengan 4 musim.

Oh ya, di novel ini ada quote-qoute yang bagus banget.

“Tapi, sakit ditubuhku membutaku merasa lebih baik. Membatu melupakan luka di hatiku.” –  Hal 157

“Sisi dirinya mengatakan, bahwa esensi waktu tidaklah sesederhana itu. Sedetik dapat terasa seperti selamanya dan selamanya bisa menjadi sedetik atau bahkan tidak sama sekali.”  Hal – 158

“Mungkin Vinter memang sahabat akrab pisau, karena setiap huruf yang dia ucapkan menorah hati Florence semakin dalam.”  Hal – 161

 “Hal yang tidak nyata tetap akan lebih menyedihkan daripada hal yang nyata, seindah apapun itu.”  Hal – 175

“Maka, dia berusaha berdamai dengan kenangannya sendiri, membiarkan semua berjalan apa adanya, tanpa harus mati-matian menghindar atau melupakan.” Hal -186

“Aku selalu mengkhawatirkanmu, bahkan ketika aku sama sekali tidak menginginkannya.”  Hal – 187

“Dua orang bisa bersatu ketika semua partikel di jagad raya mendukung mereka. Ketika mereka berpisah, terasa ada yang mengganjal. Ganjil dan aneh. Yang satu tak bisa melupakan yang lainnya, sekalipun sangat menginginkannya. Keduanya melakukan apapun untuk bertemu lagi, atau tanpa sadar melakukan sesuatu untuk mencegah satu sama lain hilang dalam benak mereka.”  Hal – 206

“Kau takkan pernah bisa bahagia sebelum memaafkan, member kesempatan, dan menyayangi dirimu sendiri.” Hal – 277

“Bahwa orang lain tidak melihatmu seperti kau melihat dirimu sendiri.” Hal – 285


Follow akun bookstagramku @viadravia untuk melihat daily review tentang buku-buku menarik lainnya.

Tinggalkan komentar »

[Review] Novel The Gates – John Connolly

Judul : The GatesPenulis : John Connolly

Penerjemah : Barokah Ruziati

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : Desember, 2011

ISBN : 978-979-22-7821-7

Tebal : 320 Halaman

.

Eh, tidak. Tapi kami punya dugaan kuat portal itu memang ada. Sebuah portal telah terbuka, dan belum tertutup, belum sepenuhnya. Hal 105

Blurb
Samuel Johnson punya beberapa masalah. Ayahnya lebih peduli akan mobil antiknya ketimbang keluarganya, ibu Samuel kesepian, dan hanya anjing Samuel, Boswell, yang benar-benar memahami anak itu.

Oh, dan keadaan menjadi lebih buruk karena tetangga Samuel, Mrs. Abernathy, mencoba membuka gerbang neraka. Semua tergantung pada Samuel untuk menghentikan bencana ini, hanya saja tidak ada yang memercayainya, dan waktu yang tersisa tidaklah banyak.

Sekarang nasib peradaban manusia terletak pada tangan bocah lelaki, anjing kecil, dan setan bernasib sial bernama Nurd

Samuel kerap dicap anak aneh oleh banyak orang. Kelakuannya sering tidak masuk akal seperti saat ia melakukan Trick or Treat bukan pada hari Hallowen. Atau saat ia berbicara tak masuk akal mengenai para malaikat yang ada di ujung sebuah jarum pada gurunya dan membuat sang guru geram karena Samuel terlalu keras kepala.

Samuel beserta anjingnya tak sengaja mengintip ke rumah kediaman Mrs. Abernathy setelah meminta Trick or Treat dan melihat kejanggalan sebuah cahaya biru yang muncul dari ruang bawah tanah rumah bernomor 666 itu. Tak sampai disitu saja, ia juga melihat Mrs. Abernathy yang mungkin saja kini telah berubah menjadi monster melahap Mr. Abernathy juga rekannya Mr. dan Mrs. Renfield. Walau rupa mereka tetap sama tapi jelas terlihat bahwa di dalam dirinya telah dikuasai makhluk asing. Mereka seperti baru saja keluar dari gerbang neraka. Ia mencoba mengatakan kepada semua orang termasuk sang ibu, namun tidak ada yang mempercayainya dan dianggap hanya berimajinasi.

Di lain tempat, para ilmuwan sedang membangun sebuah Large Hadron Collider atau Penabrak Hadron Besar. Alasan mereka membangun LHC adalah untuk mempelajari akibat tabrakan tersebut yang akan menghasilkan partikel-partikel sangat kecil yang lebih kecil dari atom. Namun, semua diluar dugaan, ternyata percobaan ini berdampak pada terbukanya portal dimensi lain yang menyebabkan makhluk asing atau setan dari dimensi antah berantah itu masuk ke bumi. Para makhluk utusan Maha Dengki itu menyerang dan ingin menguasai bumi.

Uniknya semua makhluk yang masuk ke bumi sama sekali tidak mengetahui seluk beluk tentang tempat yang mereka kunjungi ini. Mereka merasa aneh dengan para manusia, mobil dan apapun yang ada di bumi. Seperti Nurd yang bukannya menakuti Samuel tapi malah ia yang takut pada anak ini. Meski Nurd telah menjelaskan bahwa dia adalah setan paling seram dengan bau busuk yang menyengat di tubuhnya tapi tidak sedikit pun ada rasa takut pada diri Samuel, justru ia malah merasa prihatin terhadap Nurd. Yang lebih kocaknya lagi adalah mereka dating di saat perayaan Hallowen, sehingga tidak ada yang mengira bahwa mereka setan sungguhan. Bahkan Nurd sendiri ditangkap polisi karena dianggap telah melanggar lalu lintas dan dipaksa melepas kostum yang ia kenakan.

Ini adalah Novel John Conolly kedua yang kubaca setelah The Book of Lost Thing. Waktu awal membeli ini memang aku sudah menaruh ekspektasi sangat tinggi, mengingat novel yang kubaca sebelumnya sangat memuaskan baik dari segi cerita dan tentang retelling yang beda dari pada yang lain. Tapi, lain halnya dengan novel ini. Pada awal cerita mungkin sekitar 50 halaman awal aku hampir saja menunda bacaan ini karena dianggap membosankan dan terlalu rumit bahasanya. Namun, setelah merehatkan sejenak dari bacaan ini aku kembali masuk ke dalam mood di cerita Samuel ini dan ceritanya oke juga.

Jika dari judul novel ini sudah terbilang seram dan bertanya-tanya ada apa dengan gerbang neraka setelah dibuka? Dan setan apa saja yang dapat mengganggu manusia? Tapi semua terbantahkan karena ini termasuk dalam genre horror komedi, menurutku. Banyak kejadian-kejadian konyol di dalamnya yang membuat gagal seram yang ada malah membuat terpingkal-pingkal. Seperti saat Nurd yang malah menjadi begitu baik hati pada Samuel. Lalu monster gurita di bawah tempat tidur yang tidak jadi menakuti Samuel karena ia tidak ingin turun dari tempat tidur. Kemudian ada sekelompok monster yang menyerang sebuah rumah dan merusak kebun mawar, alih-alih pemilik rumah kabur takut pada mereka, sang pemilik rumah malah geram karena kebun mawar kesayangannya rusak dan menghajar para monster dengan peralatan dapur.

Tapi sebenarnya masih ada hal lain yang mengganjal setelah selesai membaca ini. Aku masih belum terlalu paham tentang penelitian Penabrak itu yang menyebabkan terbukanya portal. Dan tidak ada kejelasan yang jelas mengenai ritual yang dilakukan di rumah Mrs. Abernathy yang menyebabkan portal terbuka dirumahnya dan mengundang setan masuk ke bumi. Juga tentang Maria teman dari Samuel yang menurutku digambarkan pemikirannya terlalu dewasa untuk seumuran anak sebelas tahun. Maria memang anak yang cerdas tapi terlalu kurang masuk akal bila dia sampai menggurui Dr. Planck ilmuwan CERN tentang system kerja portal dan lubang hitam.
 
Terakhir, mungkin mengenai hal teknis penulisan. Sepertinya terlalu banyak tanda koma di dalam sebuah kalimat yang agak mengganggu. Dan aku baru menemukan sebuah novel dengan footnote hampir setengah halaman panjangnya. Yang aku tau fungsi dari footnote adalah untuk menjelaskan istilah atau hal-hal yang kurang jelas dalam cerita. Tapi dalam novel ini sepertinya ada hal yang memang tidak seharusnya dijelaskan malah dibuat penjelasannya panjang lebar dan itu sangat jauh dari maksud ceritanya. jadi saat membaca aku terkadang melewat membaca footnote ini kecuali pada hal yang benar-benar aku tidak paham. Karena isi footnote ini sepertinya beberapa materi filsafat yang disisipkan. Selebihnya novel ini oke dalam segi alur ceritanya dan aku menikmatinya hingga akhir.

Oh ya, novel ini berlabel Novel Dewasa. Bukan karena ada hal-hal sesuatu di dalamnya tapi karena bahasa yang digunakan cukup berat dengan menyisipkan sedikit-sedikit ilmu filsafat di dalamnya. Juga tentang beberapa adegan membunuh monster yang jika dibayangkan itu terlampau sadis untuk dibaca anak-anak.

Follow akun bookstagramku @viadravia untuk melihat daily review tentang buku-buku menarik lainnya.

2 Komentar »

[Review Half-ARC] Novel Forbidden Wish


Judul : The Forbidden WishPenulis : Jessica Khoury 

Penerjemah : Mustika

Penerbit : Penerbit Spring

Cetakan : Pertama, Maret 2017

ISBN : 978-602-60443-3-4

Tebal : 404 Halaman

.

“Celakalah siapa pun yang berkawan dengan jin, sebab dia berjabat tangan dengan kematian. Hal 16
 —

Blurb

Gadis itu adalah Jinni terkuat dari semua jin, Pemuda itu adalah pencuri jalanan.

Saat Aladdin menemukan lampu Zahra, gadis itu dilontarkna kembali ke dunia yang tidak dilihatnya selama ratusan tahun. 
Kemerdekaannya terikat pada lampu, mengharuskannya untuk memenuhi tiga permintaan Aladdin.

Namun, saat raja dari para jin menawarkan kebebasan kepada Zahra, gadis itu mengambil kesempatan itu, hanya untuk menyadari bahwa dia jatuh hati pada pencuri jalanan itu.

Saat kemerdekaannya hanya bisa diraih dengan mengkhianati Aladdin, jalan manakah yang akan dia pilih? Apakah kebebasannya sepadan dengan kehancuran hatinya.

Siapa kira Zahra adalah seorang Jin yang telah berumur lebih dari 500 tahun dapat kembali bebas. Meskipun kebebasan itu tidak bisa diartikan dalam kebebasan sesungguhnya. Ia terikat pada sebuah lampu dan hanya mereka yang menggosokkan lampu tersebut bisa mengeluarkan Zahra. Dalam arti lain, dia seperti budak. Namun, jangan sepelekan. Dia adalah jin terkuat dan mampu mengabulkan tiga permintaan dari tuannya. Tapi ada harga yang harus dibayarkan dalam setiap permintaan tersebut.

Aladdin lah yang kini menjadi tuan dari Zahra. Seorang pencuri asal Pathernia. Namun sepertinya orangtua Aladdin bukan pemberontak sembarangan yang membuatnya kini dipandang sebelah mata oleh semua orang. Aladdin memang mencuri sebuah cincin dan dari hal itu juga yang membimbingnya hingga menemukan lampu jin. 

Sebagai Jin sakti Zahra bisa berubah berbagai wujud mulai dari asap, kucing, burung, bahkan seperti penampakannya sekarang yaitu seorang gadis. Konon, tubuh yang ia pakai sekarang adalah milik tuannya yang terakhir sebelum ia terkurung selama 500 tahun. Terkadang aku berpikir bagaimana sosok aslinya dan jika dia merubah-rubah bentuknya itu sama saja dengan tidak memiliki identitas yang spesifik mengenai dirinya.
Zahra merupakan satu-satunya jin lampu yang bertahan juga yang terkuat diantara jin yang lain. 
Namun, ia menginginkan kebebasan yang sesungguhnya. Bukan hanya tunduk mengikuti kemana tuan pemegang lampu berada. Hingga pada akhirnya datanglah seorang Ghul membawa perintah dari Nardhuka. Dialah pemimpin bangsa jin. Nardhuka bisa memberikan kebebasan padanya namun ada bayaran yang harus diberikan yaitu Zahra harus meloloskan jin yang tertawan di dalam istana. Mampukah Zahra membebaskannya, lalu bagaimana dengan dirinya yang masih terikat dengan Aladdin?

Sebelumnya saya mau mengucapkan terima kasih kepada Penerbit Spring dan Haru Grup yang mempercayakan aku untuk membaca soft file Half ARC Forbidden Wish setebal 150 halaman awal. Dan tak disangka ternyata hanya butuh waktu 2 hari untuk full melahap semuanya, yang agak kecewa karena harus terpotong di halaman 150 dengan kalimat yang nanggung. Kan aku butuh kepastian selanjutnya nih, jadi gak sabar nunggu novel cetaknya kisah dari si Jinni alias Zarah dan Aladdin ini.

 Kisah re-telling menarik dari kisah 1001 malam yang dikemas dalam nuansa berbeda. Untuk masalah terjemahan saya no comment deh karena bahasanya indah banget saking indahnya pas baca ngalir gitu sampai gak sadar udah halaman 150 aja. Selanjutnya dari segi cerita, ini terbilang unik. Jessica Khoury pandai mengemas kisah yang mungkin sudah tidak asing lagi yaitu tentang Aladdin dan lampu ajaib. Tapi di sini ada nuansa berbeda dengan menghadirkan konflik dari jin nya itu sendiri yang biasa tidak disinggung. Juga tentang 3 permohonan yang bisa dikabulkan Jinni namun harus dibayar dengan harga yang sepadan. Seperti permohonan terlarang yang hanya bisa dibayar dengan nyawa. Ih serem, tapi jadi penasaran seperti apa permohonan terlarang itu?

Sejauh 150 halaman, bisa dibilang pembaca sudah disuguhkan dengan petunjuk-petunjuk yang akan merujuk pada satu konflik. Baik dari tokoh Aladdin ataupun Zahra. Hingga mungkin saja ini sebuah petunjuk tentang kehancuran yang terjadi pada 500 tahun lalu. Entahlah sejauh ini aku berpikir antara mereka itu ada ikatan yang sudah disuratkan dari 500 tahun lalu atau semacamnya. Baiklah, sepertinya memang saya sudah sangat tidak sabar dengan kelanjutan novel ini dan ingin segera tanggal 22 untuk memeluk novel cetak dari Forbidden Wish ini.

Buat kalian yang suka cerita tentang kisah 1001 malam atau bahkan sudah sangat penasaran setelah lihat reviewku ini. Kalian bisa ikut PO novel ini dengan special offer beserta novel Underwater diskon sebesar 30 persen. Tuh lumayan banget kan. Buruan ikut PO nya di toko buku online kesayangan sebelum terlambat. Karena promo ini hanya sampai tanggal 22 Maret ini lho



Follow akun bookstagramku @viadravia untuk melihat daily review tentang buku-buku menarik lainnya.

1 Komentar »

[Review] Novel Pada Senja yang Membawamu Pergi

Judul : Pada Senja yang Membawamu Pergi

Penulis : Boy Candra 

Penerbit : Gagas Media 

Editor : eNHa
Cetakan : Ketiga, 2017

ISBN : 987-979-780-864-8

Tebal : 246 Halaman

“Cinta bukan perkara menemukan yang cantik dan yang terbaik, melainkan cinta perkara menemukan orang yang bisa berbagi dan saling menyeimbangi.”- Hal 216

Blurb

Apakah Kau ingat saat berjanji untuk saling membahagiakan?
Katamu setiap perasaan yang tumbuh adalah segala alasan.

Alasan bahwa hati patut dipertahankan. Namun, cinta saja belum cukup menyatukan mimpi yang berbeda di antara kita.

Dan menepati janji ternyata tak semudah mengucapkannya.
Apakah kau juga tahu bahwa kenangan bersamamu selalu muncul tiba-tiba? Tak ada satu perasaan pun yang mampu kusembunyikan ketika mengingatmu.
Namun, aku sadar

Harapan-harapan yang dulu sempat memudar, harus kubangun lagi dan kumulai. Bukankan tak salah bila aku ingin mengulang rasa yang dulu pernah ada?

Meski kutahu, rasa itu tak akan benar-benar sama.
Karena, cinta bukan tentang bagaimana rasa itu jatuh, melainkan bagaimana ia tetap bisa hidup di dada yang rapuh.

Gian memang masih sulit melupakan Kaila. Gadis yang telah bersamanya selama dua tahun ini. Tak habis pikir baginya, Kai marah karena hal yang sepele, Gie memang dating terlambat di hari jadi mereka yang kedua. Namun, Gie telah memberikan alasan bahwa hujan deras yang tidak mungkin memaksanya untuk tetap berangkat.  
Kai menjadi sangat sulit ditemui bahkan di kampus sendiri. Gie harus membagi waktu antara kuliahnya dan mencari Kai yang menghilang. Hingga suatu ketika mereka bertemu dan Kai begitu mudahnya menghempaskan seluruh cinta Gie begitu saja dengan beralasan orangtuanya tidak menyetujui. Klasik, namun harus ia terima dengan lapang dada mengingat keluarganya tidak terpandang seperti keluarga Kai. Meski sudah menerima dengan lapang dada keputusan ini. Masih saja Gie sulit melupakan Kaila.
Aira gadis manis yang misterius hadir di hidup Gie melalui pertemuan tak sengaja. Sifatnya sulit ditebak, kadang mendekat namun tak jarang dia menjaga jarak dengan Gie. Tak dapat dipungkiri Aira listrik yang menyengat hatinya, Gie selalu memikirkan Aira. Apa ini pelampiasan atas kekosongan hatinya karena Kaila? Lalu bagaimana hati mereka terhadap Gie?

Novel yang sangat quotable banget. Banyak kata-kata puitis yang disajikan oleh Boy Candra. Kata-kata cantik dalam narasi sudah menjadi bagian setiap tulisannya. Yang bisa sangat dipastikan inilah magnet yang membuat pembaca masuk ke dalam ceritanya. Lalu, sudah menjadi ciri khasnya, bukan hanya cerita yang dapat menghanyutkan perasaan. Beliau juga mampu membangkitkan semangat. Bisa dibilang selalu ada pesan tersirat dalam novel ini. 
Selain kisah cinta yang disuguhkan. Pada novel ini pun seakan diajak kembali kepada realita bahwa ada yang lebih penting yang harus diperjuangkan dari sekedar meratapi cinta. Yaitu impian. Perjuangan Gie yang lahir dari keluarga sederhana, membuat ia harus lulus tepat waktu. Bersama tiga orang sahabatnya Randi, Andre dan Putri yang selalu menjadi semangatnya untuk kuliah. 
Karakter teman-teman Gie pun terjabarkan dengan baik dan benar-benar sesuai pada kenyataan kehidupan mahasiswa itu seperti apa. Pasang surutnya, hingga bahagianya saat gelar sudah di tangan.
Menurutku, novel ini sangat layak dibaca oleh anak remaja. Di mana mereka masih memerlukan wawasan tentang pemahaman akan cinta dan cita-cita. Terkadang lupa akan prioritasnya mengejar impian karena dibutakan oleh cinta yang semu. Dalam novel ini tergambar jelas bagaimana perjuangan para tokoh dalam menghadapi patah hati juga mengalihkannya dengan mengejar mimpinya.
Kalau kata boy Candra begini nih :
“Jika orang yang bersamamu saat ini meragukan mimpi-mimpimu, sudah bisa dipastikan dia memang tidak ada dalam tujuan mimpimu. Jangan patah semangat, akan ada orang yang pas menjadi bagian impianmu.” 

Tuh jadi jangan patah semangat karena patah hati. Akan ada orang yang memang benar-benar satu tujuan dengan kita dan mendukung sepenuhnya cita-cita kita.

Oh ya sebagai penutup aku mau kasih beberapa Quote yang cantik dari novel ini supaya kalian semakin penasaran untuk baca.
“Mengingat tanggal jadian tidak akan membuat cinta semakin merekat. Karena cinta bukan untuk dihitung hari, melainkan untuk dijalani sepenuh hati. Sampai di tempat kita tidak lagi sanggup melangkahkan kaki membawa hati.”-  hal 6

“Suka tidak suka kehidupan akan terus berjalan. Apakah menyembuhkan hati yang terhempas karang tajam semudah senja berganti malam?” –  Hal 34

“Kadang kita memang harus belajar melupakan. Bukan karena kita gak cinta, melainkan karena kita tahucinta kita tidak bisa tumbuh di hatinya.” –  Hal 87
“Jujur adalah harga diri. Orang yang tidak jujur sama sekali tidak mempunya harga diri.” – 163
“Mimpi itu hanya bunga tidur dan selesai saat kamu terbangun. Sedangkan impian adalah harapan yang baru saja dimulai saat kamu terbangun. Maka berhentilah bermimpi, dan perjuangkan impianmu.” –  Hal 237

Follow akun bookstagramku @viadravia untuk melihat daily review tentang buku-buku menarik lainnya.

Tinggalkan komentar »