Diary Dravia

Apapun bisa di tulis disini

[Review] Buku Warisan Sang Raja

​Judul : Warisan Sang Raja

Penulis : Jim Stovall

Penerjemah : Putri Mayan Kalingi

Penerbit : Gramedia 

Cetakan : Pertama,  2010

Tebal : 170 Halaman

“Jika tak ada yang layak diperjuangkan sampai mati, tak ada yang layak diperjuangkan dalam kehidupan.” – Hal 23

BLURB
Warisan Sang Raja adalah sebuah faksi -fakta yang disampaikan dengan gaya fiksi- tentang upaya seorang raja bijaksana meninggalkan wariaan kekayaan yang abadi bagi generasi masa depan. Ia mengundang rakyatnya, dari berbagai kalangan dan semua sudut kerajannya, untuk berbagi rahasia kesuksesan hidup mereka. Namun, ketika harus menentukan rahasia yang terbesar di antara semua rahasia yang dipaparkan rakyatnya, ia menghadapi dilema. Bagaimana caranya menentukan kebijaksanaan terpenting dalam hidup? Ia sama sekali tidak mengira bahwa jawabannya akan datang dari tempat yang paling tak terduga dan paling biasa. 


Buku yang mengusung tema Faksi (fakta yang disampaikan dengan gaya fiksi) ini menceritakan tentang seorang raja yang berniat mencari sesuatu yang baru belum pernah ada yang bisa bermanfaat bagi rakyatnya. Ia ingin hal itu nantinya bisa menjadi warisan abadi bagi rakyatnya. Yang biasanya warisan itu berbentuk barang, Sang Raja ingin hal lain yang berupa pemahaman.  Hingga ia mencari tau mengenai sebuah kebijakan dari berbagai kalangan yang ada di negerinya. 
Banyak dari kalangan rakyatnya dengan segala profesi menyampaikan segala kebijaksanaan yang mereka yakini. Lalu apakah mereka menyampaikan hal yang sama? 

Jawabannya, tidak. Karena setiap kepala pasti memiliki pemikiran dan pengalamannya sendiri. Kebijaksanaan akan lahir dari apa uang selalu kita pikirkan dan lakukan.

Aku suka gaya pemaparan fakta yang dibalut fiksi di dalamnya. Dengan begini pembaca tidak dibuat bingung dengan penjelasan yang rumit. Justru, pembaca lebih mudah membayangkan tentang kebijaksanaan dari penuturan para rakyatnya ini. 

Buku ini memang tipis tapi mampu menginspirasi walah harus baca berulang agar paham apa yang dimaksud dalam 1 bagian cerita. Meski perlu pemahaman berulang bukan berarti bahasa yang digunakan berat. Justru bahasa yang digunakan begitu ringan dan mengalir sehingga aku tidak merasa kesulitan jika harua membaca ulang buku ini untuk mendapat pemahaman lebih.

Hal yang aku dapat dari buku ini adalah kebijaksanaan bisa beragam bentuknya, setiap orang pasti memiliki kebijaksanaan tersendiri. Dan kebijaksanaan itu tergantung pada mereka yang memaknainya. Menariknya, di akhir buku ada beberapa halaman kosong yang sengaja disediakan untuk para pembaca menuliskan kebijaksanaan versi mereka. 

Iklan
Tinggalkan komentar »

[Review] Novel Sophismata

Judul : Sophismata

Penulis : Alanda Kariza

Penerbit : @bukugpu

Cetakan : Pertama, 2017

Tebal : 272 Halaman

BLURB


Sigi sudah tiga tahun bekerja sebagai staf anggota DPR, tapi tidak juga bisa menyukai politik. Ia bertahan hanya karena ingin belajar dari atasannya -mantan aktivis 1998- yang sejak lama ia idolakan, dan berharap bisa dipromosikan menjadi tenaga ahli. Tetapi, semakin hari ia justru dipaksa menghadapi berbagai intrik yang baginya menggelikan. 

Semua itu berubah ketika ia bertemu lagi dengan Timur, seniornya di SMA yang begitu bersemangat mendirikan partai politik. Cada pria itu membicarakan ambisinya menarik perhatian Sigi  perlahan Sigi menyadari bahwa tidak semua politisi seburuk yang ia pikir. 


Obrolan tentang politik memang sudah menjadi kesatuan di dalam novel ini. Tapi tenang saja, karena bahasanya ringan dan tidak ada istilah aneh yang sulit dicerna orang awam. Mungkin bisa dibilang ini tema yang baru untuk novel romance. Pembaca jadi bisa disuguhkan kisah yang berbeda dari keseharian Sigi dan Timur. 

Tapi tenang saja, bahasan mengenai politik di dalam novel ini tidak seberat ketika kita menonton berita tentang ini di televisi. Bisa aku bilang, novel ini mampu membuka pikiran para orang awam dengan problematika negeri yang tidak luput dari kiprah orang yang berpolitik.
 
Di dalam cerita, Sigi dan Timur dibuat karakternya begitu dewasa dalam menanggapi masalah. Aku tidak menemukan keributan diantara mereka yang menyebabkan amarah memuncak. Mereka dengan baik bisa mengontrol emosinya dan mencoba berpikir tenang. Ya walau Sigi sebagai tokoh wanita yang terbilang kuat tetap saja ada sisi wanitanya yang terkadang sulit berpikir cepat. Lalu, mereka membuat pikiran kita terbuka bahwa tidak seharusnya masalah yang dihadapi diselesaikan dengan amarah terlebih dahulu. 

Berbicara tentang emosi. Jujur, aku tidak mendapat feel yang berarti dari hubungan Sigi dan Timur. Awalnya aku pikir puncak konflik akan berada pada mereka atau dari sisi politik tapi ternyata salah. Cerita lebih berpusat pada Sigi dan ketidaksukaannya dengan politik. Namun menurutku semuanya menjadi serba nanggung baik dari segi romance dan politiknya.

 Meskipun bisa dibilang hubungan mereka sangat berbeda dengan novel romance pada umumnya. Hanya saja sepertinya penulis bisa saja memanfaatkan politik menjadi konflik puncak untuk mereka. 
Jadi yang aku rasakan saat membaca adalah aku selalu mencari-cari di mana titik yang bisa membuat aku jatuh cinta dengan novel ini. Jujur, aku suka dengan tema nya yang mengambil politik. Lalu ditambah dengan bumbu romance yang biasanya memang selalu menambah rasa dalam cerita. Hanya saja, aku merasa konfliknya kurang klimaks. Mungkin jika ditambah beberapa halaman lagi cerita akan terasa menyentuh. 

Secara keseluruhan aku menikmati saat membacanya. Aku mampu membacanya dalam waktu 1 hari karenan memang novel ini sangat ringan dan bisa digunakan untuk penyegaran bacaan.

Tinggalkan komentar »

[Review] Novel The Perfect Charm 

Judul : The Perfect Charm

Penulis : Dy Lunaly

Penerbit : Histeria

Cetakan : Pertama,  2017

Tebal : 436 Halaman

“Kita tidak dilahirkan untuk sempurna tapi kita dilahirkan untuk bahagia.” – Hal 280

BLURB

Dewasa berarti terpaksa meninggalkan kenyamanan yang memabukkan dan berkenalan dengan kesedihan serta ketidaksempurnaan. – Dhe

Dhe memiliki kehidupan yang sempurna. Menawan, mapan, berprestasi dan terkenal. Tidak ada yang menyangka di balik itu semua Dhe menyimpan sebuah rahasia yang menjadi alasan dia membentengi diri dari cinta. Sejak itu Dhe memutuskan untuk melupakan cinta, apalagi pernikahan.

Hingga dia bertemu Satria.

Karena kejadian di masa lalu, Dhe menjadi pribadi yang sangat sulit untuk terbuka dengan yang namanya cinta. Dia selalu berpikir bahwa tidak akan ada yang benar-benar mencintainya dengan tulus. Dia menjadi begitu keras kepala dan menampik akan hadirnya sebuah perasaan ketika bertemu dengan Satria. Dia hanya ingin melupakan tentang cinta dan hal yang berhubungan dengan pernikahan.

Sebelum membaca The Perfect Charm aku sempat menonton web drama korea yang berjudul Ruby Ruby Love yang menceritakan tentang seorang desainer perhiasan. Jujur aku jarang mendengar kiprah dari orang yang berprofesi ini. Tapi ternyata setelah aku selidiki dan pahami, profesi ini menarik dan menantang. Mungkin inilah yang mendasari penulis menyelipkan profesi ini ke dalam novel
Dhe, tokoh utama dalam novel ini pun memiliki profesi sebagai desainer perhiasan. Jangan tanya tentang hasil karyanya, karena bisa dibilang Dhe ini kemampuannya sudah tak diragukan lagi. Banyak orang yang memakai jasanya untuk perhiasan-perhiasan yang akan mereka pakai. Dan melalui profesi ini juga lah Dhe memulai kisahnya dalam novel ini. 

Berbicara mengenai tokoh utama. Novel ini memfokuskan cerita pada tokoh Dhe dan Satria. Di mana mereka memiliki karakter yang jauh berbeda. Dhe, memiliki sifat yang keras kepala dan selalu menyalahkan dirinya sendiri namun sikap gigih dan profesionalnya dalam pekerjaan patut dicontoh. Sedangkan Satria, dia orang yang terlalu percaya diri dan keinginan hatinya sulit dirubah. Jika menurutnya hal itu yang diinginkan hatinya maka tidak ada yang bisa menghalangi. 

Tapi, bukan sebuah cerita namanya jika tidak ada bumbu tokoh pelengkap di dalamnya. Aku suka penulis mampu memberikan jiwa yang pas kepada setiap tokoh. Mereka memiliki porsi sama pentingnya dalam cerita. Tidak ada tokoh yang muncul selewat dan akhirnya tidak berpengaruh apa-apa pada tokoh utama. Semuanya memiliki peran.

Setelah itu, sebuah novel pastilah memiliki konflik yang membuat cerita menjadi berwarna. Seperti hidup ini, apalah artinya jika tidak memiliki rintangan *uhuk

Cerita yang berfokus pada kehidupan Dhe seorang desainer perhiasan ini, memiliki konflik yang bertubi-tubi. Kenapa? Dari awal cerita pembaca sudah disuguhi dengan konflik batin si tokoh utama yang langsung membuat penasaran. Lalu, puncak konflik ada pada saat tokoh Satria mulai mewarnai cerita.

Secara keseluruhan, konflik batin Dhe memang mendominasi. Ini wajar, karena cerita menggunakan pov orang pertama. Yang pastinya, isi hati Dhe bisa kita tau secara terang-terangan.

Walau saat awal baca sebenarnya aku sudah bisa menebak apa yang terjadi pada Dhe tapi itu tak menurunkan rasa penasaranku untuk lanjut baca. Kenapa? Karena sifat dan langkah yang Dhe ambil ini selalu membuat aku kepikiran “dia mau ngapain nih selanjutnya.” Saat baca, emosiku ikut naik turun dibuatnya. Saat Dhe sedih aku ikut sedih, Dhe marah aku ikut marah, Dhe bahagia aku pun bahagia.

Novel yang mengangkat tema tentang cinta dan keluarga, sebenarnya sudah sangat sering disinggung oleh penulis kebanyakan. Tapi penulis mampu meramu konflik secara berbeda. Di mana semua terfokus kepada Dhe itu sendiri. Kita bisa menyelami isi hati Dhe dan ikut merasakan apa yang dia rasakan. Walau tak jarang membuat emosi jika aku dihadapkan dengan orang sekeras Dhe. Tapi sebagai perempuan aku memahami apa yang dikhawatirkannya.

Aku sarankan buat kalian yang penasaran dengan novel ini, pastikan umur kalian cukup. Bukan hanya karena ada adegan yang “menjerumus” tapi konfliknya pun harus cukup dewasa untuk memahaminya. Karena kalau tidak, mungkin bisa depresi bersama kelakuannya Dhe 😂😂😂

Oh ya, Buku ini menyimpan begitu banyak kata-kata cantik yang quotable banget. Dan quote itu terkadang menampar aku sebagai pembacanya. Bikin baper banget. Mau tau? Nih ku kasih sedikit yah. Karena kalau mau banyak baca langsung aja deh hehe. 

“Sometimes. I get jealous thinking that someone else could make you happier than i could.”

 “Berapa lama waktu yang aku butuhkan untuk mempersiapkan hati kembali patah?” 

“Lebih baik aku tidak pernah berkenalan dengan kebahagiaan itu daripada aku menyecapnya sesaat kemudian menghabiskan sisa hidupku dengan pahit yang akan menghancurkan diriku.”

“Kamu tahu kalau ada yang bilang nikah itu kayak gambling. Taruhannya nggak main-main, seluruh hidup kamu. Tapi yang namanya gambling nggak ada yang bisa jamin kalau kita bakal selalu menang, kan?” 

“Setidaknya sekali dalam hidup kita pasti akan sampai di titik yang memaksa kita memikirkan ulang semua yang terjadi dalam hidup termasuk keputusan-keputusan yang pernah kita ambil.” 

“Proses pemulihan merupakan proses yang menyakitkan. Hatimu terasa menyakitkan ketika patah hati karena saat itu juga proses pemulihan terjadi. Agar kamu lebih kuat dan lebih indah dari sebelumnya.”

Tinggalkan komentar »

[Review] Novel Boss & Me

Judul : Boss & Me

Penulis : Gu Man

Penerjemah : Jeanni Hidayat

Penerbit : Penerbit Haru

Cetakan : Pertama, Oktober 2017

Tebal : 406 Halaman

ISBN : 978-602-6383-28-0

BLURB

“Halo Nona Xue Shan Shan. Aku membawakan makan siang yang telah disiapkan oleh Presdir Feng.”

Gara-gara memiliki golongan darah unik. Shan Shan tiba-tiba dipanggil ke rumah sakit. Shan Shan pun mendonorkan darahnya untuk adik pemilik Grup Feng Teng, tempatnya bekerja.

Setelah itu, Presdir Feng selalu mengirimkan bekal makanan. Shan Shan yang tadi sempat terharu oleh kebaikan bosnya, mulai merasa ada yang tidak beres. Di saat Shan Shan pikir kiriman bekal itu sudah berhenti, ia malah dipanggil ke ruangan Presdir Feng.

Gawat! Kenapa Presdir Feng malah mengajak Shan Shan makan berdua di ruangannya?

Seperti yang blurb katakan, semua berawal dari golongan darah. Awalnya Shan Shan merasa ini semua dilakukan bosnya sebagai imbalan atas darah yang telah di donorkan. Mereka selalu makan siang bersama dalam waktu yang cukup lama. Tapi setiap makan bersama Feng Teng selalu minta dipilihkan sayuran di makanannya. Jadilah Shan Shan petugas pemilih sayur. Apakah harus berhari-hari? Tidak bisa kah tugas ini diberikan kepada pegawai lain?

Cerita di dalamnya ini cukup membuat aku terhibur dengan segala hal di dalamnya. Aku dibuat tersipu oleh Feng Teng yang jaim tapi romantis. Aku juga dibuat ketawa terpingkal karena karakter Shan Shan yang polos. Saking polosnya dia kadang mau saja dibodohi oleh bosnya ini. Kocak banget deh emang. 

Biasanya aku kesulitan dalam menghafal nama dalam bahasa cina dan memilih untuk menonton drama atau filmnya terlebih dahulu untuk memudahkan. Berbeda dengan Boss & Me ternyata penulis memberikan nama tokoh yang tidak terlalu rumit dan mudah diingat. Ciri khas lainnya yaitu pada nama tempat yang selalu menggunakan inisial. Jadi membuat pembaca gak perlu pusing memikirkan nama tempat yang rumit. 

Selanjutnya, karena buku ini diterjemahkan dengan orang yang sama dengan novel Gu Man sebelumnya jadi aku merasa penerjemah sudah sangat paham dengam gaya penulisannya dan aku sangat menikmati hasil terjemahannya yang rapi. Bahasanya begitu menyatu dan membuat betah saat bacanya.

Untuk alur sendiri, di awal cerita alurnya begitu enak dan saking menikmatinya sampai lupa waktu kalau sudah memasuki bagian tengah buku. Tapi mulai dari tengah, cerita terasa lebih cepat alurnya. Walau alurnya cepat tidak mengurangi efek romantis yang dimunculkan dalam cerita. 

Oh ya, aku baru ingat saat mendekati akhir cerita, ketika suasana romance begitu kental. Entah karena efek terlalu asik baca sampe melupakan hal yang penting “memang kapan mereka mulai muncul benih perasaan?” Di sini aku sempat mengulang lagi baca dari awal untuk merasakan lagi proses itu dari mereka berdua. 

Untunglah ada extra part yang cukup banyak yang membuat pembaca semakin menikmati cerita. Hanya saja di bagian konflik aku merasa penulis mungkin bisa menambahkan sedikit bumbu di dalam ceritanya.  Seperti misal tokoh Li Shu yang bisa saja dimaksimalkan perannya dan tidak hanya sebentar itu pasti bisa menambah greget dalam cerita.
Untuk karakter sendiri. Penulis cukup konsisten menerapkan karakter kepada tokohnya. Semua karakter terasa memiliki jiwa. 

Aku suka karakter Feng Teng yang meskipun dia seorang petinggi perusahaan dia masih memiliki sifat rendah hati, ya walau terkadang ia selalu menutupi hal itu karena jaim. 

Dan karakter Shan Shan yang mandiri tidak bergantung pada siapapun begitu kuat, seakan memberitahu bahwa tidak selamanya wanita tidak bisa melakukan segala sesuatu sendiri. Entah kenapa saat melihat Shan Shan mengatur keuangan aku merasa seperti bercermin. Haha

Oh ya buat yang pernah baca Love O2O dan kangen dengan Xiao Nai. Di novel ini mereka muncul lho. Sebagai apa? Baca aja deh daripada ku jelasin nanti spoiler kan ga seru hehe. Ehm, sama satu lagi, aku jadi penasaran pengen nonton dramanya nih. Sempet liat sekilas kayanya karakter Shan Shan tambah cute kalau dalam wujud nyata. 

Tinggalkan komentar »

[Review] Buku Motivasi Hujan Bahagia

​Judul   : Hujan Bahagia

Penulis : Stefani Bella (@hujan_mimpi)

Penerbit : Qultummedia 

Cetakan : Pertama,  Agustus 2017

Tebal : 232 Halaman

ISBN : 978-979-017-365-1

“Sebab sesungguhnya, manusia tidak pernah memiliki apa-apa. Dan kehilangan pun sejatinya tidak pernah benar-benar terjadi, karena segala yang ada di genggaman saat ini hanyalah titipan.” – Hal 25

BLURB


Seperti hujan, kadang kita memaknainya sebagai keberkahan, kadang menganggapnya sebagai kondisi yang merepotkan. Begitu pun bahagia, tergantung perspektif kita dalam melihatnya. Ada yang merasa bahagia karena tinggal di rumah sederhana, ada juga yang tersiksa karena hanya itu yang menjadi miliknya.

Allah memberikan sesuatu pada kita sesuai dengan porsinya. Dia juga telah menentukan siapa untuk peristiwa apa. Semuanya tentu saja yang terbaik untuk kita. Masalahnya, kita tak pernah tahu apa yang terbaik untuk kita. Kita lebih mudah menerima apa yang kita inginkan, tapi tidak untuk sesuatu yang kita butuhkan.

Bahagia bukan melulu tentang meminta yang belum kita punya. Tapi lebih dari itu: menerima apa yang Dia berikan dan bersyukur dengan ketetapan-Nya itu. Beragam cerita di dalam buku ini semoga bisa menjadi penyejuk jiwa kita, sebagaimana hujan membasahi bumi dan segala isinya.

Apa yang terbersit di benakmu saat mendengar kata Hujan? Tak jarang mereka selalu mengaitkannya dengan hal yang membuat galau. Katanya, hujan identik dengan meratapi suatu keadaan. Tapi pernahkah kalian berpikir bahwa hujan itu berkah? Tidak hanya melulu membawa sebuah keadaan sendu tapi bisa juga menghadirkan senyum. Seperti buku motivasi Hujan Bahagia ini yang mampu mengubah mindsetmu menjadi lebih positif dan bersemangat dalam menjalankan hari.

Aku sangat suka dengan buku motivasi seperti ini. Ada saatnya, ketika me time lebih enak membaca buku sejenis ini. Adakah yang begitu juga? 

Ada saatnya, kita harus mendapatkan energi positif untuk bisa memberikan hal positif pula kepada sesama. Seperti yang di buku ini katakan, bahwa sebelum membuat orang lain bahagia pastilah diri kita terlebih dahulu lah yang bahagia. Kenapa? Tak akan mampu kamu memberikan gelombang bahagia pada orang lain, jika kamu sendiri tak merasakan bahagia itu. (Hal 118)

Cara bahagia itu mudah. Kamu akan bahagia ketika kamu bersyukur. Seperti yang pernah aku singgung dalam postingan lama tentang kebahagiaan. Karena hanya dengan itu kita akan selalu merasa cukup dan tidak terbebani dengan hal lainnya yang tidak kita miliki.
Buku ini pun memberitahu tentang bagaimana kita mengatur diri untuk menjadi lebih baik dalam menyikapi setiap masalah. Mulai dari krisis percaya diri, iri hati, menghadapi kegagalan, kehilangan, menghargai waktu hingga tentang sebuah perasaan.

Semuanya di susun rapih dengan Bab yang terurut. Pertama pembaca diajak bercermin dan mengenal diri di Bab awal “Aku, siapa?” Dan di tutup dengan “Ini, Aku!” Pada bab akhir yang semacam kesimpulan dari semua isi buku ini dan lebih mengingatkan kembali bahasan dari awal.

Bab tersebut juga didukung dengan Sub-Bab yang berkaitan. Lalu di akhir setiap Sub-bab disisipi dengan Quote menarik dari Bella yang merupakan penegasan dari isi tiap-tiap tulisannya. Tak jarang, penulis pun menambahkan contoh real kejadian di sekitar kita untuk membuat pembaca semakin membuka matanya. 
Selain isi dari buku ini yang jelas bisa menyadarkan setiap pembaca. Tampilan huruf kemudian layout dibuat begitu menarik dengan bumbu warna warni. Hal ini tentunya secara tidak langsung membuat pembaca nyaman dan dengan kondisi nyaman mampu menyerap isi buku ini secara utuh. Bahasanya pun luwes, seakan buku ini berbicara dengan pembacanya. Tidak ada kesan menggurui yang biasanya membuat pembaca tersinggung. Buku ini sebaliknya, membuat pembaca sadar akan permasalahan hidup dan mulai bercermin untuk memperbaiki.

Buku ini sangat cocok untuk memotivasi kaum muda yang seringkali salah dalam menghadapi suatu permasalahan. Bukan menemukan solusi, kebanyakan mereka lebih memilih untuk meratapi keadaan dan pasrah akan nasib. Jika kalian memiliki mindset seperti ini. Segera baca Hujan Bahagia agar pikiranmu lebih terbuka dan positif. Supaya, kamu lebih bisa memaknai hidup dengan menghargai diri sendiri.

“Padahal yang membuat kita semangat menjalani hari dan tahy ke mana arah melangkah seharusnya adalah impian atau cita-cita itu sendiri. Dengan itu kita tahu mengapa harus mengakhiri mimpi demi bangun di pagi hari.” – Hal 207

Tinggalkan komentar »

[Review] Novel A Thing Called Us

​Judul : A Thing Called Us

Penulis : Andry Setiawan 

Penerbit : Penerbit Haru

Cetakan : Pertama, Oktober 2017

Tebal : 290 Halaman

ISBN : 978-602-6383-20-4

BLURB
Ini kisah cinta yang biasa.

Tentang tiga orang sahabat.

Tentang mereka yang memendam perasaan masing-masing.

Shun, Kotoha, dan Shinji sudah berteman sejak kecil. Sampai suatu saat, Shinji tiba-tiba memutuskan untuk menghilang dari kehidupan mereka tanpa memberi kabar secuil pun.

Setelah lima tahun berlalu, Kotoha masih menunggu Shinji pulang. Sementara itu, Shun menunggu Kotoha melupakan pria itu.

Namun, mau sampai kapan mereka saling menunggu?

Mereka hanya bisa berharap, kisah cinta yang biasa ini tidak berakhir dengan penyesalan.

5 tahun shinji menghilang dari kehidupan Shun dan Kotoha. Padahal mereka sudah bersahabat sejak lama. Kotoha begitu menunggu kehadiran Shinji meskipun ia kini tak tau ada di mana. Shun sebagai sahabat begitu setia menemani Kotoha dalam penantian. 

Ada perasaan yang terabaikan dan ada pula yang mengharap tanpa kepastian. Hingga datang Aki dan Hayato yang menambah warna dalam cerita.
Jika dilihat dari blurb dan sinopsis sangat singkat yang kuberikan pasti kalian mengira cerita ini mengenai friendzone. Dan ternyata, memang ada benarnya sih. Hahaha (ditampol) eits maksudku cerita di dalamnya ini gak hanya terfokus pada kisah cinta yang termakan zona saja.
 
Karena menurutku konflik di dalamnya termasuk paket lengkap. Konflik cinta ada, konflik persahabatan ada, hingga konflik keluarga. Semua disajikan dengan ramuan yang begitu kompleks tapi masih bisa dipahami pembaca. Selain itu yang terpenting adalah bisa membawa pembaca masuk ke dalam cerita. Salut kepada penulis yang mampu mengemas keseluruhan dalam satu cerita yang tidak terlalu tebal. Konflik-konflik yang dihadirkan begitu tepat sasaran dan tidak berlebihan.

Cerita yang bersetting di Jepang ini sangat pas membius siapapun yang memulai membacanya. Menurutku, segala hal tentang Jepangnya begitu terasa dari setiap bab yang disuguhkan. Gaya penuturan penulis yang jelas mengenai deskripsi di dalamnya pun membuat aku yang belum pernah ke Jepang sekalipun bisa membayangkan dan menangkap maksud dalam ceritanya. Kalau tidak lihat siapa penulisnya pasti akan mengira kalau ini novel terjemahan Jepang. Karena dari segi percakapan pun sangat Jepang sekali. Mungkin ini faktor sang penulis yang pernah bermukim lama di negeri sakura sana. Hingga aura Jepang ia tuangkan dalam bentuk tulisan. Boleh gak sih kalau kubilang ini novel Indonesia rasa Jepang asli (?). 

Selain itu, sepertinya penulis cukup matang untuk mengkonsep segalanya. Mulai dari karakter hingga konflik. Masing-masing karakter memiliki jiwanya sendiri sehingga emosi mereka tersampaikan begitu nyata. Aku bisa merasakan bagaimana kesalnya menghadapi sikap Kotoha. Mungkin aku memilih menjadi anti-fan dari Kotoha dan berpihak kepada Aki. Karena Kotoha ini sangat egois dan keras kepala. Dia dengan seenaknya mempermainkan perasaan orang demi perasaannya sendiri. Apa itu termasuk tidak berperasaan sebenarnya? Haha

Kemudian merasa gemas dengan langkah yang diambil Shun. Yang begitu sabar menghadapi Kotoha dan begitu ‘laki’ ketika berhadapan dengan Aki. Dan sikap yang tak terduganya saat menghadapi permasalahan dalam keluarganya. 
Pokoknya, semua tersampaikan dengan begitu baik. Mulai dari setting, karakter, hingga konfliknya aku menikmatinya.

Tinggalkan komentar »

[Review] Yawning is Delicious

Judul : Yawning is Delicious

Penulis : Kang Ji Young

Penerbit : Penerbit Haru

Cetakan : Pertama,  Juni 2017

Penerjemah : Putu Pramania Adnyana

Tebal : 310 Halaman

ISBN : 978-602-638-301-3

“I kill my self to kill you.” – Hal 149

BLURB


Lee Kyeong
Aku bermimpi aneh kemarin. Tubuh gemukku menjadi langsing. Wajahku berubah menjadi cantik. Tapi semua kejadian itu terasa sangat nyata. Rasanya bukan seperti mimpi? Aku melihat, mendengar dan merasakan langsung. Seolah memang aku yang terjebak di dalam tubuh itu.

Tanggal di situ menunjukkan musim panas tahun lalu.

Da Woon
Aku bermimpi aneh kemarin. Mimpi menjadi perempuan jelek yang gendut dan pendek. Aku pergi bersama beberapa paman ke suatu tempat dan sibuk bersih-bersih. Membersihkan tempat kejadian pembunuhan. Korbannya…apa itu aku?

Tanggal di situ menunjukkan musim panas tahun depan.

Lee Kyeong dan Da Woon saling bertukar tubuh dalam mimpi. Lee Kyeong yang seorang petugas pembersih TKP pembunuhan yang ternyata korbannya itu Da Woon. Melalui mimpi Lee Kyeong bisa melihat masa lalu Da Woon dan mencoba mencari siapa pembunuhnya.

Kemudian Da Woon yang cantik juga kaya, juga bisa melihat masa depan Lee Kyeong. Mereka saling berbagi masa lalu dan masa depan. Tapi ini bukan mimpi biasa karena mereka hisa saling menggerakkan tubuh satu sama lain seperti jiwa yang bisa menggerakkan raga. Jadi apa yang terjadi pada mereka?

Ini novel misteri yang benar-benar misterius. Di bagian awal memang aku merasa bingung ini cerita akan dibawa kemana dengan pov ‘aku’ yang berubah-ubah antara Lee Kyeong dan Da Woon. Sudut pandang ini membuat aku sedikit terganggu karena penulis menjelaskan antara Lee Kyeong maupun Da Woon dengan sebutan ‘aku’. Jadi pembaca harus benar-benar jeli melihat siapakah ‘aku’ di sini yang berbicara.
 
Tapi di bagian awal ini seperti kepingan puzzle awal yang membuat kita semangat mengumpulkan puzzle lainnya. Yang membuat aku selalu berkata “jadi ini kenapa?” Karena saking penasaran dengan cerita selanjutnya. 

Saat membaca ini, aku sarankan pikiran jangan bercabang dan tetap fokus pada alur. Karena pikiran bergeser sedikit saja bisa membuat bingung ketika memasuki cerita selanjutnya. Ada beberapa bab yang harus kuulangi 2x saat membaca agar aku paham.

Lalu, saat aku mulai memahaminya secara perlahan yang membuat emosiku naik turun waktu membacanya. Setiap bagiannya memiliki petunjuk tersendiri yang membuat kita menebak-nebak bagaimana ceritanya. Ada saatnya cerita mulai menggebu lalu ada saatnya cerita kembali datar. Ini cukup mengaduk emosi apalagi menuju endingnya yang benar-benar gak ketebak. Twistnya keren banget.

Puncak cerita menurutku ada di sekitar bab 28. Di sinilah yang membuat aku terkejut dan sudah terjawab semuanya. Lalu bab-bab selanjutnya itu semacam pelengkap bagaimana si tokoh akan mengakhiri ceritanya. Yang pasti tidak kalah menariknya. Cuma memang aku sedikit kecewa dengan endingnya yang kenapa harus seperti itu. Ingin rasanya bilang “ada cara lain lho.” Haha

Oh ya, novel ini cukup berdarah-darah. Jadi untuk yang belum cukup umur atau gak kuat dengan sadis-sadis mungkin bisa skip baca ini. Karena aku aja shock 😂 ya bisa dibilang aku agak kurang suka dengan adegan berdarah apalagi sampai detail. Pastikan cukup umur juga ya saat membacanya, karena aku gak jamin apa yang akan kalian tangkap dari beberapa bagian cerita yang diperuntukkan 18+.

Tinggalkan komentar »

[Review] Novel Ojou!

Judul : Ojou!

Penulis : Andry Setiawan 

Penerbit : Penerbit Haru

Cetakan : Pertama, Februari 2013

Tebal : 247 Halaman

ISBN : 978-602-7742-11-6

BLURB

“Aku benci dengan orang-orang seperti mereka.”

Higuichi Lydia tertegun begitu mendengar kata-kata dingin yang keluar dari mulut Kim Jeong, mahasiswa kedokteran sekaligus partner Hi5-nya. Awalnya, Lydia berniat untuk hidup normal di korea. Tetapi, kenyataan seperti tidak mengizinkannya. Setiap hari, ia diuntit sesosok pria berjas putih dan dipaksa melakukan hal-hal yang tidak disukainya.

Lydia berusaha melupakan fakta bahwa ia adalah bagian dari sebuah keluarga yang tidak akan bisa dibayangkan oleh siapapun-tak terkecuali Jeong.

Terutama Jeong.

Saat akhirnya Jeong tahu kebenarannya dan menjauhi Lydia hati gadis itu pun berontak.

Tetapi rasa suka itu bukan buih kan? 

Lydia menjadi bingung harus seperti apa ketika Jeong mulai mengetahui latar belakang keluarganya. Jeong mulai menghindar darinya. Padahal ia sangat tergantung pada Jeong. Bagaimana tidak sebagai salah satu mahasiswa internasional ia harus mendapat bimbingan mahasiswa korea yang tergabung dalam HI5. Jeong merupakan partnernya tapi mengapa ia begitu sangat terganggu ketika pria itu mulai menjaga jarak? 

Ini merupakan buku Koh Andry ketiga yang kubaca. Mungkin karena 2 buku yang kubaca sebelumnya adalah terbitan baru. Aku jadi merasa sedikit kaget ketika membaca Ojou! Ada sedikit perbedaan feel dari tulisan koko yang dulu dan sekarang. 

Apa perbedaan itu? 

Aku merasa cerita ini terlalu terburu-buru. Mungkin sepertinya bisa di beberapa bagian ada cerita yang ditambahkan untuk menjadi bumbu penyedap dalam cerita. Jadi aku merasa bukan Koh Andry yang menulis. 

Aku memaklumi, karena novel ini ditulis tahun 2013 yang bisa dibilang karir menulisnya masih baru. Tapi dengan adanya perbedaan dari tulisan lama ke tulisan baru itu membuktikan bahwa beliau menjadi lebih baik dari karya yang satu dan lainnya.

Seperti biasa, penulis sangat bisa menggambarkan setting dengan baik. Aura Korea dan bumbu Jepang yang ada pada Lydia begitu khas. Walau pada awal cerita sebenanya terkesan sangat lambat alurnya dan kemudian alur berubah cepat ketika Jeong mulai mengetahui latar keluarga Lydia. Dan seperti biasa juga Koh Andry selalu menyimpan kejutan di ceritanya yang membuat aku bergumam “oh jadi ini tuh..” 

Lalu, jika dilihat dari blurb sepertinya cerita ini akan romance banget. Tapi kalau menurutku, entah kenapa aku tidak terlalu berfokus pada romance di dalamnya dan lebih terasa konflik Lydia dengan “permasalahannya” yang membuat penasaran. Jadi bisa kubilang romance di dalamnuabkurang terekspose. Padahal kalau bisa lebih di gali lagi di bagian romance ini akan menjadi semacam bumbu penyedapnya.

Tinggalkan komentar »

[Review] Aksara Amananunna

​Judul : Aksara Amananunna

Penulis : Rio Johan

Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia

Cetakan : Pertama,  April 2014

Tebal : 240 Halaman

ISBN : 978-979-910704-6

BLURB
12 manusia

12 zaman

12 cerita

Semua berusaha menghadapi sesuatu yang lebih besar dari diri mereka.

Amananunna di zaman Sumeria harus merasakan pahitnya karma. Tokoh ‘aku’ di zaman modern berusaha lari dari sistem komunitas sadomasokis yang bagai apel terlarang. Kevalier d’Orange di Prancis abad pertengahan mencoba berkompromi pada sistem masyarakat dan keadaan dirinya. Seorang pemuda di Ginekopolis, suatu negeri di tahun 8475, diculik dan dipaksa melawan takdir. Ada juga kisah seorang gadis remaja yang terpaksa menyamar jadi laki-laki karena keadaan, mengikuti lika-liku nasib, dan akhirnya terempas dalam situasi tak terduga.

Cerita pertama dibuka dengan Undang-undang Anti Bunuh Diri yang membuat aku sedikit mengernyitkan dahi saat baca. Gimana bisa orang bunuh diri akan dihukum? Cerpen ini seperti interpretasi pemberontakan kepada hukum dan norma sosial yang tidak dipatuhi. 

Lalu cerpen kedua dilanjut dengan Komunitas yang mengangkat tema tuntutan pekerjaan yang membebani. Banyak sekali fakta tentang ini dalam kehidupan sehari-hari. Seperti misal bekerja bertahun-tahun tapi merasa tertekan dan tidak bisa mundur karena alasan kebutuhan. Nah, cerita ini bisa dikaitkan ke arah sana. Walau aku mulai shock dengan alur cerita yang diambil. Mungkin bisa dibilang ke arah BDSM ya cerpen ini.

Untuk cerpen yang menjadi judul utama buku ini. Yaitu Aksara Amananunna ceritanya lebih mengenai komunikasi antar manusia. Dengan alur cerita hampir mirip Adam dan Hawa. Kemudian ada pengkhianatan. Kalau ditulusuri lebih dalam, aku melihatnya seperti penulis ingin menyampaikan bahwa karma berlaku.

Dan cerita-cerita selanjutnya yang selalu membuat aku terkejut. Bagaimana tidak. Semakin belakang cerita mulai membuat aku sedikit berjengit. Aku terkejut dengan tema LGBT yang diambil, selain itu penggambarannya sangat detail. Membuat aku sedikit bergidik. 

Ada pesan-pesan yang tersirat di dalam cerpennya Rio Johan ini. Walau ada yang dengan sekali baca langsung paham. Ada juga yang harus 2x atau lebih untuk bisa lebih memahami.

Twist menarik memang selalu dihadirkan oleh penulis. Cerita satir, surealis dan erotis dihadirkan di dalamnya. Walau beberapa jika tidak ditelaah dengan baik akan terasa sangat absurd ceritanya.
Untuk setting sendiri, jelas sekali jika penulis tidak mencantumkan negara kita di dalamnya dan ada beberapa cerita yang membuat aku bingung settingnya di mana. Seperti pada cerpen Aksara Amananunna itu sendiri.

Gaya bahasa yang dihadirkan sangat ringan dan tidak membuat bosan saat membaca. Namun, hanya saja aku sedikit terganggu dengan tema LGBT yang diangkat di beberapa cerita dan kemudian diutarakan secara vulgar. Yang tentunya tulisan seperti ini bukan genreku. Aku kerap kali dibuat geli dan jijik. 

Jujur ini kali pertama aku membaca karyanya dan membuat aku ragu untuk membaca tulisan beliau selanjutnya karena hal itu tadi. Apakah beliau akan mengambil tema serupa dalam tulisan berikutnya? Tapi aku melihat rating kumcer ini di goodreads cukup bagus dan Rio Johan sendiri sebagai penulis sastra modern ini ternyata masuk dalam nominasi Khatulistiwa Literary Award. Wah keren.

Jadi semua kembali pada selera masing-masing terhadap jenis bacaan yang disuka seperti apa. Aku suka sastra tapi jika terlalu seperti ini aku menjadi kehilangan makna karena berkali-kali aku harus mengalihkan pikiranku dari rasa geli. 

Tinggalkan komentar »

[Review] Dunia Sukab

​Judul : Dunia Sukab

Penulis : Seno Gumira Ajidarma

Penerbit : @nourapublishing

Cetakan : Pertama,  Agustus 2016

Tebal : 230 Halaman

ISBN : 978-602-385-103-4

“Aku ingin lupa. Tapi ternyata manusia yang pelupa tak bisa melupakan kesakitannya yang terdalam.” – 200

BLURB
Ada perempuan memilih jalan kekerasan.

Ada penemuan ladang pembantaian. 

Ada kisah masa depan permerkosan.

Ada orang disiksa, ternyata salah sasaran.

Ada orang dibakar, melakukan penampakan.

Ada orang terbuang karena beda pemikiran.

Ada banyak rakyat, bingung memilih pimpinan.

Ada orang korupsi, hidungnya lebih panjang.

Ada orang dirampok, malah bisa terbang.

Ada jenazah hilang, karena kebanjiran.

Ada karung ditemukan, berisi mayat preman.

Ada buah dosa turunan, laris manis tak karuan.

Ada percakapan sepatu, merenungkan kesetiaan.

Ada suami pengangguran, hobinua tidur siang.

Ada sekretaris cantik, kakinya kapalan.

Ada kurir toko bunga, menggoda pembantu rumah tangga.

Mereka berada di Dunia Sukab, dunia kita-kita juga. Tapi siapakah Sukab?
Sejumlah cerita, sejumlah kesaksian. Ditulis Seno Gumkra Ajidarma, pengarang dan wartawan.

Sukab ini bisa menjadi apa saja bahkan menjadi tokoh yang tidak penting sekalipun. Kumcer ini merupakan kumpulan cerpennya SGA yang menyematkan nama Sukab di dalamnya. Yang pasti Sukab bisa menjadi apa saja bahkan menjadi tokoh figuran sekalipun. Siapapun itu Sukab sepertinya sudah terpatenkan bahwa dia milik Seno. 

“Tapi apalah artinya sebuah nama? Judul-judul, nama-nama, kata-kata, semuanya berbaur dalam berbagai peristiwa, membentuk dunia kita, dengan atau tanpa Sukab.” – Hal XVII


Dunia Sukab sendiri ternyata terdiri dari beberapa kumpulan cerita pendek yang dimuat di media lokal. 17 cerpen di dalamnya mampu menampar pembaca untuk sekedar peka terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Karena sepanjang membaca ini tak jarang aku bergumam “iya banget” ketika ada kondisi yang begitu mirip dengan kenyataan di negeri ini. Meskipun cerpennya rata-rata ditulis tahun 90an tapi kok jika dilihat dengan kondisi sekarang masih tidak berbeda jauh.

Ke 17 cerpen ini dibagi menjadi 3. Yaitu ada Dunia Sukab 1 yang isinya masih ringan dan tak jarang membuat tersenyum geli dengan leluconnya. Mungkin bisa aku bilang cerpen di Dunia Sukab 1 menceritakan tentang keseharian pada umumnya orang Indonesia. Dunia Sukab 2 mulai menyindir dan terasa begitu getir. Lalu, di Dunia Sukab 3 ceritanya tergolong menyayat hati hingga pilu. Sampai aku masih bisa merasakan sakitnya jika mengingat cerita di bagian ketiga ini.

Om Seno selalu menulis cerpen-cerpennya dengan jujur. Di mana kita bisa mendengar kritik sosial politik dari jeritan hati orang kecil bukan dari demo tapi melalui sastra. Seperti yang pernah beliau utarakan bahwa sastra bisa melakukan apa saja. 

Dari beberapa judul di dalamnya ada yang begitu menarik perhatian. Yaitu cerpen yang berjudul HooiyyAAAiyyOOO!. Apa yang terpikirkan olehmu ketika membaca judul itu? Awalnya aku pun sempat mengernyitkan dahi melihat judulnya dan semakin penasaran dengan isinya. Ketika dibaca, cerpen ini bercerita tentang kaum urban yang memenuhi kota Jakarta dengan datang berbondong tanpa tujuan.

Lalu ada cerpen Sukab & Sepatu. Ini sih bikin baper. Karena pada cerpennya membicarakan mengenai kesetiaan. Sampai membuat merenung, apakah setiap yang ada di dunia ini bisa tetap setia tanpa terpisahkan. Yang dilanjut dengan cerpen Selamat Malam, Duhai Kekasih. Yang menurutku wujud nyata sentilan dari sebuah kesetiaan. 

Cuma, ada satu cerpen yang begitu memilukan. Yaitu yang berjudul Jakarta, 14 Februari 2039. Cerpen ini ditulis Om Seno pada tahun 1999. Satu tahun setelah kisah bersejarah Mei 1998. Walau pada tahun itu aku masih sangat kecil dan hanya mengingat sedikit tentang kejadian hari itu. Melalui cerita ini aku seakan dibuat masuk untuk melihat bagaimana pelecehan yang dilakukan para bajingan saat itu. 

Tulisan Om Seno sendiri menurutku memiliki pikiran dan hati. Sehingga pembaca dibuat begitu merasakan dengan tokoh di dalamnya. Ada beberapa cerpen yang aku harus ulang proses bacanya agar paham apa makna yang ingin disampailan penulisnya. Tapi ada juga cerpen yang maknanya begitu jelas terpampang sehingga tidak perlu berpikir lagi saat baca.

Untuk kalian yang suka dengan cerita-cerita yang berbau sastra atau kritik sosial. Kumpulan cerpen Seno ini bisa jadi salah satu bacaan yang sangat sayang untuk dilewatkan. 

Tinggalkan komentar »